Pemerintah belum dapat memastikan bahwa pemadaman listrik bergilir di Jawa akan berakhir pada bulan ini. Meski berbagai langkah perbaikan telah dilakukan, dampak terhadap aktivitas ekonomi masih signifikan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui pemadaman telah mengganggu produktivitas industri dan usaha di sejumlah daerah. Pemerintah terus berkoordinasi dengan PLN dan Kementerian ESDM untuk mempercepat penanganan.

in1

>>> Relawan Minta Publik Sabar, Jokowi Akan Ungkap Sosok 'Orang Kuat' di Balik Roy Suryo dan Dokter Tifa

“Ya tentu sangat berpengaruh. Tapi kami sudah minta kemarin PLN, kami sudah rapatkan dengan Menteri ESDM.

Harapannya Juni ini bisa diselesaikan,” ujar Airlangga, Selasa (23/6).

Pernyataan itu menunjukkan pemerintah belum memberikan kepastian penuh. Target penyelesaian masih bersifat harapan, bukan jaminan.

Kendala Pasokan Batu Bara

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menegaskan pasokan energi untuk pembangkit PLN aman. Namun, ia mengakui ada kendala pada pasokan batu bara kalori menengah yang dibutuhkan sejumlah pembangkit.

>>> Wakil Presiden AS JD Vance Sebut Semua Target Utama Negosiasi dengan Iran Tercapai

“Sampai dengan bulan Juni tadi kita sudah rapat itu ada kendala memang sedikit terhadap batu bara yang medium, kalori yang 5.200.

Kita kan tahu bahwa sekarang kan kalori batu bara kita ini kan semakin hari kan semakin rendah. Nah ini yang kita lagi cari solusinya,” ujar Bahlil.

Bahlil menambahkan, kebutuhan batu bara PLN sepanjang 2026 mencapai sekitar 154 juta ton. Sebanyak 134 juta ton sudah dikontrak, sehingga hanya tersisa 18-20 juta ton yang belum terpenuhi.

“Jadi tinggal kurang lebih sekitar 18 juta sampai 20 juta ton yang belum. Jadi secara keseluruhan tidak ada masalah,” tandasnya.

>>> Viking Row Suporter Norwegia Berakar dari Konser Metal, Begini Asal-usulnya

Meski demikian, pemerintah masih terus mengupayakan stabilisasi sistem kelistrikan. Belum ada jaminan pasti kapan pemadaman bergilir di Pulau Jawa benar-benar berhenti.