Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap tiga persoalan utama yang menjadi penyebab mati lampu bergilir di sejumlah wilayah Jawa.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil usai rapat evaluasi bersama Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (22/6).

in1

>>> Austria Hadapi Tugas Mustahil, Rangnick Sebut Argentina Tanpa Kelemahan

Tiga Masalah Utama

Pertama, masalah yang berkaitan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG). Bahlil tidak merinci pembangkit mana yang dimaksud, namun isu ini menjadi salah satu faktor yang dibahas.

Kedua, kebutuhan batu bara berkalori menengah (4.200-6.200 kcal/kg) untuk proses pencampuran (blending) bahan bakar PLTU.

Secara volume, pasokan batu bara untuk PLN sebenarnya tidak bermasalah.

Bahlil menjelaskan konsumsi batu bara PLN mencapai sekitar 154 juta ton per tahun, sementara penugasan pasokan dari pemerintah berkisar 180-190 juta ton per tahun.

Kontrak yang telah ditandatangani PLN dengan pemasok mencapai 134 juta ton.

>>> Olivia Rodrigo Raih Puncak Tangga Album untuk Ketiga Kalinya

Namun, persoalan muncul karena PLN membutuhkan batu bara dengan spesifikasi kalori tertentu untuk blending. Bahlil memastikan pasokan batu bara berkalori menengah kini sudah aman.

Ia juga mengungkapkan cadangan batu bara berkalori tinggi di Indonesia semakin terbatas.

Dari total produksi nasional, hanya sekitar 20 persen yang memiliki kalori 5.800-6.300, sementara 80 persen sisanya berkalori lebih rendah.

Pemerintah membuka kemungkinan melakukan pengaturan baru terkait pencampuran batu bara agar kebutuhan pembangkit tetap terpenuhi.

Ketiga, aspek pemeliharaan (maintenance) pembangkit dan jaringan kelistrikan. Bahlil meminta PLN mempercepat perawatan fasilitas agar gangguan tidak terulang.

>>> TNI AD Sebut Danrem Brigjen Yuniar Beli 4 Tiket Jogja Maraton

Meski demikian, berdasarkan laporan manajemen PLN, gangguan operasional yang sebelumnya terjadi telah berhasil diatasi. Bahlil menyatakan mulai hari ini tidak ada lagi gangguan yang berdampak pada pelayanan listrik.