Surat Rahasia Khamenei Bocor, Terungkap Iran Terbelah soal Deal AS
Korespondensi rahasia yang ditulis Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, dilaporkan bocor. Bocoran ini mengungkap perpecahan di dalam rezim terkait kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang.
Perpecahan itu terungkap setelah mantan anggota tim negosiasi Iran dalam putaran awal perundingan di Islamabad, Pakistan, Mahmoud Nabavian, mengaku membaca surat rahasia Khamenei.
>>> 6 Pakaian Ini Tak Perlu Langsung Dicuci Setelah Dikenakan
Nabavian adalah Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Iran.
Dalam wawancara yang disiarkan langsung di televisi nasional, Nabavian menyatakan bahwa Khamenei menilai tim negosiasi telah melampaui mandat yang diberikan.
Namun, wawancara tersebut dipotong di tengah siaran sebelum ia sempat menjelaskan lebih lanjut.
Setelah insiden itu, Nabavian terancam tuntutan hukum dan pemecatan dari parlemen.
Rekaman wawancara dihapus dari arsip satu jam setelah siaran, dan seorang pejabat senior di lembaga penyiaran negara mengundurkan diri.
Juru bicara tim perunding membantah klaim Nabavian, menyebutnya sebagai informasi lama yang dipelintir. Televisi pemerintah Iran menyatakan komentar tersebut sebagai bukti pelanggaran hukum yang layak diproses.
>>> Gus Yahya Paparkan Capaian PBNU di Munas NU, Termasuk Konsesi Tambang
Tokoh-tokoh yang berafiliasi dengan kepala negosiator Iran saat ini, Mohammad Bagher Ghalibaf, mendesak identifikasi pihak yang membocorkan informasi.
Sementara itu, kelompok sentris dan reformis menuduh IRIB, lembaga penyiaran negara, menjadi corong kaum garis keras.
Insiden ini tidak hanya mengungkap ketegangan di lingkaran elite, tetapi juga menunjukkan bahwa pemimpin tertinggi yang baru memainkan peran lebih aktif dalam perundingan daripada yang diketahui publik.
Khamenei secara langsung menginstruksikan negosiator untuk tidak mengalah dalam isu nuklir dan biaya kapal di Selat Hormuz.
Sejak menjabat, Mojtaba Khamenei belum pernah tampil di depan publik atau merilis pesan audio. Ia lebih sering menyampaikan kebijakan melalui pernyataan tertulis.
>>> Toy Story 5 Lampaui Prediksi, Debut Terbesar 2026 di Amerika Utara
Tim perunding bahkan pernah menunggu hingga dua pekan untuk mendapatkan arahan, dan Khamenei mengirimkan pertanyaan rinci kepada para negosiator.
Update Terbaru
Lompat ke Sungai Musi Saat Digerebek, Bandar Sabu Ditemukan Tewas Dua Hari Kemudian
Senin / 22-06-2026, 23:12 WIB
Custom Chevrolet Silverado 2025 Siap Lelang, Bukti Open-Air Tak Harus Gladiator
Senin / 22-06-2026, 23:08 WIB
Massachusetts Peringatkan Dealer Mobil untuk Hentikan Sembunyikan Biaya
Senin / 22-06-2026, 23:08 WIB
Samsung Rencana Hentikan Produk Vacuum, Microwave, Dishwasher? Belum Pasti
Senin / 22-06-2026, 23:07 WIB
Kapal Portugis Berusia 500 Tahun Bermuatan Emas Ditemukan di Gurun Namibia
Senin / 22-06-2026, 23:07 WIB
Aturan Emas Nikmati Manis Tanpa Lonjakan Gula Darah
Senin / 22-06-2026, 23:07 WIB
Unboxing dan Kesan Pertama Ai+ Nova 2 Pro 5G
Senin / 22-06-2026, 23:07 WIB
China Operasikan Pusat Data Bawah Laut 24 MW untuk Dinginkan Server AI
Senin / 22-06-2026, 23:07 WIB
Presiden Guterres Meninggal, Timor Leste Tetapkan Berkabung Sepekan
Senin / 22-06-2026, 23:01 WIB
Les Wexner Puas Harvard Pertahankan Namanya di Gedung Kampus
Senin / 22-06-2026, 22:57 WIB
Pemilik PT Sakti Mait Jaya Langit Divonis 8 Tahun Penjara Kasus Kredit LPEI
Senin / 22-06-2026, 22:57 WIB
Munas NU Desak Transparansi Pengelolaan Keuangan Haji
Senin / 22-06-2026, 22:57 WIB
Kourtney Kardashian Rayakan Father's Day Bersama Travis Barker, Abaikan Scott Disick
Senin / 22-06-2026, 22:57 WIB
Putra Liam Payne Jadi Ahli Waris Tunggal Harta Rp28 Juta
Senin / 22-06-2026, 22:56 WIB






