Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya memaparkan sejumlah capaian organisasi dalam Sidang Pleno II Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kediri, Minggu (21/6).

Ia menyebut keberhasilan reformasi tata kelola, kaderisasi berjenjang, transformasi digital, penguatan ekonomi, hingga peran global NU. Termasuk, ia menyinggung konsesi tambang yang diterima NU dari pemerintah.

in1

>>> Toy Story 5 Lampaui Prediksi, Debut Terbesar 2026 di Amerika Utara

"Karena ini Munas dan Konbes terakhir sebelum Muktamar ke-35, maka saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mencicil laporan karena sudah sekian lama kita melaksanakan tugas hampir penuh satu periode," kata Gus Yahya, Senin (22/6).

Kaderisasi dan Transformasi Pesantren

Pada bidang kaderisasi, PBNU telah menggelar lebih dari 1.000 angkatan Pendidikan Dasar-Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) dengan lebih dari 130 ribu lulusan.

Sementara Pendidikan Menengah Kader NU (PMKNU) meluluskan lebih dari 3.000 kader.

Gus Yahya juga menyoroti program transformasi pesantren.

Penguatan tata kelola dan standar mutu pesantren penting dilakukan di tengah maraknya kasus kekerasan yang berdampak pada citra lembaga pendidikan pesantren.

PBNU juga memperluas dakwah digital melalui pelatihan konten dan literasi digital bagi para dai serta ulama.

Di bidang kebangsaan, PBNU menjaga jarak yang sama dengan seluruh kekuatan politik, namun tetap mendukung program pemerintah yang membawa kemaslahatan.

Konsesi Tambang dan Tata Kelola

Dalam sektor ekonomi, Gus Yahya menyatakan PBNU mulai mengurangi ketergantungan pada donasi dengan mengembangkan unit usaha, termasuk pertanian, peternakan, ekonomi kreatif, serta pengelolaan konsesi tambang.

"Kita sekarang sudah dapat konsesi tambang dan sudah berjalan cukup baik. Mudah-mudahan pemimpin NU berikutnya bisa menikmati hasilnya dengan tata kelola yang jelas," ungkapnya.