Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, pada Sabtu (20/6/2026) malam.

Forum strategis organisasi Islam terbesar di Indonesia ini diadakan untuk membahas berbagai persoalan keagamaan, keorganisasian, serta isu-isu kebangsaan terkini.

in1

>>> 5 Motor Bekas Murah dan Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai Rp5 Jutaan

Acara Munas dan Konbes kali ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari di Kediri, sebelum nantinya rangkaian penutupan akan dilaksanakan di Bangkalan pada 23 Juli 2026.

Forum ini menjadi agenda besar terakhir bagi kepengurusan PBNU periode berjalan sebelum berlanjut ke tahapan muktamar berikutnya.

Persiapan dan Pembukaan

Ketua Organizing Committee (OC) Munas dan Konbes NU 2026, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengonfirmasi seluruh peserta mengikuti prosesi pembukaan secara serentak.

"Nanti pukul 19.00 akan dimulai prosesi pembukaan Munas dan Konbes yang akan berlangsung selama dua hari, hari Ahad dan Senin.

Setelah itu kita akan melakukan penutupan Munas Konbes di Bangkalan pada tanggal 23 Juli yang akan datang," kata Gus Ipul.

Pihak panitia juga memastikan kelengkapan dan kesiapan lokasi persidangan di pondok pesantren telah terpenuhi seluruhnya demi kelancaran acara.

Ketua Steering Committee (SC) Munas dan Konbes NU 2026, KH Ahmad Said Asrori, mengapresiasi kesiapan teknis di lapangan setelah melakukan peninjauan langsung.

"Kami merasa bersyukur, Alhamdulillah setelah kita melihat langsung di lokasi ini, di Pondok Pesantren Ploso, nampaknya sudah siap semuanya, siap untuk pembukaan, untuk rapat-rapat komisi," ujar KH Ahmad Said Asrori.

Pembahasan dan Target

Munas dan Konbes tahun ini menitikberatkan pembahasan pada masalah keagamaan kontemporer serta perumusan rekomendasi program yang sejalan dengan dinamika kehidupan bernegara.