Amerika Serikat mengeklaim Iran mengizinkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk meninjau situs nuklir mereka.

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan inspeksi terhadap persediaan uranium yang diperkaya kemungkinan akan dimulai pekan ini.

in1

>>> Prediksi Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Sengit Perebutan Poin Perdana

"Pihak Iran telah setuju untuk mengundang kembali inspektur IAEA ke negara mereka," kata Vance kepada awak media usai perundingan di resor Burgenstock, Swiss, Senin (22/6), dikutip AFP.

Dia menyebut langkah ini sebagai tonggak penting bagi rakyat Amerika dan langkah pertama dalam denuklirisasi permanen Iran.

Vance menambahkan inspeksi tersebut mencakup 450 kilogram uranium yang diperkaya.

Negosiasi Tak Langsung di Swiss

AS dan Iran menggelar negosiasi tak langsung di Burgenstock pada akhir pekan lalu sebagai tindak lanjut penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kedua negara.

MoU itu mencakup penghentian pertempuran di semua front, pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan sanksi AS terhadap Iran, hingga masa depan nuklir Iran.

>>> Ledakan di Fasilitas LNG Qatar Tewaskan 13 Orang

Selain itu, MoU juga menetapkan negosiasi harus dilakukan dalam kurun waktu 60 hari setelah kesepakatan ditandatangani.

Vance mengatakan negosiasi berjalan dengan sangat baik dan menjabarkan empat target yang dikejar AS.

Pertama, membangun mekanisme untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka dan koordinasi pembersihan ranjau.

Kedua, membangun mekanisme de-konflik untuk gencatan senjata regional termasuk Lebanon.

>>> Tito Optimis Optimalisasi Program Perumahan Rakyat Pacu Ekonomi Daerah

Ketiga, IAEA diizinkan masuk ke Iran, dan keempat menetapkan pembicaraan terus berlanjut.