TNI Angkatan Darat buka suara terkait insiden viral yang melibatkan Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono saat mengikuti Mandiri Jogja Marathon 2026 pada Minggu (21/6).

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengungkapkan bahwa perwira tinggi tersebut telah membeli empat tiket untuk dirinya, ajudan, istri, dan anaknya.

in1

>>> 7 Cara Membangun Kebiasaan Baru agar Tidak Berhenti di Tengah Jalan

Dalam video yang viral, ajudan Yuniar ditarik keluar dari arena lomba karena tidak menggunakan BIB atau nomor identitas peserta.

Keputusan panitia itu kemudian diprotes oleh Brigjen Yuniar.

Kesalahpahaman di Lapangan

Menurut Donny, insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman antara petugas pengawas lintasan dengan ajudan Danrem.

Ia menjelaskan bahwa Yuniar mengikuti maraton bersama istri, satu anak, dan ajudan. Mereka semua terdaftar sebagai peserta dan memegang tiket resmi, sehingga mendapatkan BIB.

>>> Profil Keir Starmer, PM Inggris Ketujuh yang Mundur dalam 10 Tahun

Namun, BIB milik ajudan diduga terlepas saat berlari di lintasan yang padat, sehingga menimbulkan kesalahpahaman saat pemeriksaan oleh petugas.

Akibatnya, panitia memberhentikan ajudan yang saat itu sedang berlari sambil mendokumentasikan Yuniar.

Setelah kejadian, pihak penyelenggara, event organizer, dan Danrem telah berkomunikasi dan melakukan klarifikasi. Seluruh pihak sepakat bahwa kejadian tersebut murni masalah teknis dan telah diselesaikan dengan baik.

TNI AD mengapresiasi kerja panitia yang profesional dalam menjaga ketertiban dan menerapkan peraturan perlombaan.

>>> Dokter Tifa Bersyukur Tak Ditahan Kejari Jaksel dalam Kasus Ijazah Jokowi

Donny berharap masyarakat dapat memahami peristiwa ini secara bijak dan tidak terjerumus pada informasi yang belum terkonfirmasi.