TNI Angkatan Darat buka suara terkait insiden viral yang melibatkan perwira tinggi Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono dalam ajang Mandiri Jogja Marathon 2026 pada Minggu (21/6).

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut dipicu oleh kesalahpahaman di lapangan.

in1

>>> Kematian Marilyn Monroe: Bukan Bunuh Diri, Tapi Pembunuhan Terkait Kennedy?

Dalam video yang viral, ajudan Brigjen Yuniar ditarik keluar dari arena lomba karena tidak menggunakan BIB atau nomor identitas peserta.

Brigjen Yuniar kemudian memprotes keputusan panitia.

Donny menjelaskan bahwa Yuniar saat itu mengikuti maraton bersama istri, satu anak, dan ajudannya. Mereka semua terdaftar sebagai peserta dan memiliki tiket resmi.

Keempatnya mendapatkan BIB yang wajib ditempelkan di badan. Namun, BIB milik ajudan diduga terjatuh di lintasan yang padat sehingga tidak terlihat saat pemeriksaan.

>>> Monet Mazur, Pemeran Fiona di Film 'Monster-In-Law', Kini di Usia 50-an

Akibatnya, panitia memberhentikan ajudan yang sedang berlari sambil mendokumentasikan Yuniar. Insiden ini terekam dan menyebar di media sosial.

Setelah kejadian, penyelenggara, event organizer, dan Danrem 072/Pamungkas telah berkomunikasi dan melakukan klarifikasi. Semua pihak sepakat bahwa ini murni masalah teknis dan telah diselesaikan dengan baik.

TNI AD mengapresiasi kerja panitia yang profesional dalam menjaga ketertiban dan menerapkan peraturan perlombaan.

>>> Finalis 'The Voice' Josh Sanders Terlibat Pertarungan Hak Asuh yang Sengit dengan Istri

Donny berharap masyarakat dapat memahami peristiwa ini secara proporsional dan tidak terjerumus pada informasi yang belum terkonfirmasi.