Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia segera mengambil langkah agar gangguan kelistrikan yang memicu pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa tidak kembali terjadi.

Arahan itu disampaikan setelah pemerintah mengevaluasi gangguan sistem kelistrikan yang terjadi dalam sepekan terakhir bersama PT PLN (Persero).

in1

>>> Demo Surabaya di Depan Kantor Gubernur, Massa Sampaikan 9 Poin Protes

"Arahan Bapak Presiden Prabowo kepada kami adalah segera memastikan untuk melakukan langkah-langkah yang terukur dalam rangka percepatan agar tidak lagi terjadi hal seperti ini," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (22/6).

Menurut Bahlil, pemerintah bersama PLN telah mengidentifikasi sejumlah persoalan yang berkontribusi terhadap terganggunya keandalan sistem kelistrikan.

Salah satunya terkait pembangkit listrik tenaga gas (PLTG), serta kebutuhan batu bara berkalori menengah yang digunakan untuk proses pencampuran atau blending bahan bakar pembangkit.

Ia menjelaskan kebutuhan batu bara PLN mencapai sekitar 154 juta ton per tahun.

Sementara itu, penugasan pasokan batu bara untuk memenuhi kebutuhan yang diberikan pemerintah kepada perusahaan tambang mencapai sekitar 180 juta hingga 190 juta ton.

Adapun kontrak pasokan batu bara yang telah dimiliki PLN saat ini mencapai sekitar 134 juta ton. Karena itu, Bahlil menilai secara volume seharusnya tidak terdapat persoalan pasokan.

"Sebenarnya secara kontrak dengan PLN dengan pengusaha 134 juta untuk satu tahun. Sekarang kan baru bulan enam.

Itu harusnya no issue," ujarnya.

Meski demikian, PLN disebut membutuhkan batu bara dengan spesifikasi kalori menengah untuk keperluan blending.

Menurut Bahlil, pemerintah telah membantu mencarikan pasokan yang sesuai sehingga persoalan tersebut kini sudah dapat diatasi.