Demo Surabaya di Depan Kantor Gubernur, Massa Sampaikan 9 Poin Protes
Ratusan masyarakat sipil yang terdiri dari mahasiswa, akademisi, dan pekerja menggelar unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Senin (22/6) sore.
Massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Surabaya Menggugat menyampaikan sembilan poin tudingan kegagalan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang mereka sebut sebagai 'Nawa Nestapa'.
>>> Aset Reksadana Pendapatan Tetap Menyusut Jadi Rp 240,67 Triliun pada Mei 2026
Aksi diawali dengan longmars dari Monumen Bambu Runcing di Jalan Panglima Sudirman. Massa berjalan sambil membunyikan alat-alat dapur hingga ke depan Gedung Negara Grahadi.
Massa juga membawa banner dan spanduk, salah satunya bertuliskan 'Reformati Indonesia' dan 'Intelektual tanpa hasrat pemberontakan hanyalah perpanjangan tangan dari negara'.
Spanduk terakhir dipasang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jalan Gubernur Suryo.
Peleburan Elemen Sipil, Mahasiswa, dan Buruh
Korlap aksi, Raditya Ananta Widyawardana, menyebut aksi ini melibatkan gabungan elemen sipil, mahasiswa, dan buruh yang bersatu dalam satu barisan.
"Kalau elemen memang kita sepakat buat menggabung antara dari sipil maupun mahasiswa maupun buruh, semua kita ajak konsul bareng.
Kita enggak mau gerakan di Surabaya itu agak terfragmentasi seperti gerakan sebelumnya. Jadi, hari ini kita coba melebur," kata Raditya.
Aliansi Rakyat Surabaya Menggugat telah memformulasikan sembilan poin protes terhadap pemerintah pusat. Massa aksi menyatakan sembilan poin itu sebagai kegagalan pemerintahan Prabowo-Gibran yang disebut 'Nawa Nestapa'.
Sembilan Poin Protes
Juru bicara aksi sekaligus akademisi FH Unair, Miftakhur Rohmah, merinci berbagai kegagalan sistemik yang menjadi dasar tuntutan.
"Dan kami juga telah mengkaji sembilan nawa nestapa, sembilan kegagalan Prabowo-Gibran yang membawa kami kemari," ucap Miftakhur.
Update Terbaru
Pernikahan Adat Modern ala Selebriti Jadi Inspirasi Anak Muda Surabaya
Senin / 22-06-2026, 21:37 WIB
BACH IPO, Target Dana Rp307 Miliar dari Pasar Modal
Senin / 22-06-2026, 21:37 WIB
DPR Setujui Anggaran Kemenko Pangan Rp509,3 Miliar untuk 2027
Senin / 22-06-2026, 21:37 WIB
Libur Sekolah Tiba, Diskon 30 Persen untuk KA Kelas Ekonomi
Senin / 22-06-2026, 21:36 WIB
4 Dosen Unusa Jadi Narasumber Konferensi Health Tourism Internasional 2026
Senin / 22-06-2026, 21:36 WIB
Shanty Emosional Ingat Ibunda saat Perankan Ibu di Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis
Senin / 22-06-2026, 21:36 WIB
PHK Mengintai? Kemnaker Buka Suara, Ini Langkah Darurat Pemerintah!
Senin / 22-06-2026, 21:35 WIB
SIG Olah Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Biaya Peternak Turun 60%
Senin / 22-06-2026, 21:35 WIB
Pertamina Salurkan Bright Gas untuk Pedagang Kuliner di Jakarta Fair 2026
Senin / 22-06-2026, 21:35 WIB
Paramount Petals Padukan Infrastruktur dan Aktivasi Komunitas di Kawasan Mandiri
Senin / 22-06-2026, 21:35 WIB
Surabaya Susun Peta Jalan Infrastruktur Biru-Hijau untuk Atasi Banjir dan Panas
Senin / 22-06-2026, 21:33 WIB
Sere Pasaribu Rangkum Perjalanan Hidup Lewat Resital To Love, To Lose, To Learn
Senin / 22-06-2026, 21:32 WIB
Zulhas Targetkan Penanganan Sampah di 71 Kota Tuntas pada 2028
Senin / 22-06-2026, 21:32 WIB
LGI Perkuat Layanan Digital dengan Fitur Kesehatan Berbasis AI
Senin / 22-06-2026, 21:32 WIB






