Kinerja penjualan eceran di Kota Surabaya pada Mei 2026 tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi.

Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang mencapai 473,4, relatif stabil dibandingkan realisasi April 2026 sebesar 473,3.

in1

>>> VIDA: Autentikasi Kuat Jadi Fondasi Keamanan Data di Era AI

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, mengatakan stabilitas tersebut tidak lepas dari meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Iduladha dan Waisak.

"Permintaan masyarakat yang meningkat selama periode HBKN menjadi salah satu faktor utama yang menopang kinerja perdagangan eceran pada Mei 2026.

Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Jawa Timur, khususnya di Surabaya, masih cukup terjaga," ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis, Senin (22/6/2026).

Secara tahunan (year on year/yoy), penjualan eceran pada Mei 2026 masih mengalami kontraksi sebesar 3,1 persen.

Namun, angka tersebut membaik dibandingkan April 2026 yang terkontraksi 3,7 persen (yoy).

Menurut Ibrahim, perbaikan kinerja didukung oleh meningkatnya penjualan pada kelompok suku cadang dan aksesori kendaraan bermotor serta barang budaya dan rekreasi.

"Beberapa kelompok komoditas menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya. Ini menjadi sinyal positif bahwa aktivitas konsumsi masyarakat mulai bergerak lebih baik setelah periode normalisasi pasca-Lebaran," terangnya.

Secara bulanan (month to month/mtm), penjualan eceran pada Mei 2026 tumbuh tipis sebesar 0,02 persen.

Capaian ini membaik dibandingkan April 2026 yang mengalami kontraksi 9,3 persen (mtm).

>>> DBS Treasures Catat Lonjakan Laba 289 Persen, Andalkan Strategi Global

Peningkatan tersebut terutama didorong oleh kenaikan penjualan kelompok suku cadang dan aksesori kendaraan bermotor serta kelompok barang lainnya, khususnya subkelompok sandang yang meningkat selama periode hari besar keagamaan.