Ibrahim menjelaskan bahwa perkembangan penjualan eceran di Surabaya sejalan dengan tren nasional.

IPR nasional Mei 2026 diperkirakan berada pada level 225,0, relatif terjaga meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan April 2026 yang sebesar 226,9.

in1

Realisasi April 2026 menunjukkan normalisasi permintaan setelah Ramadan dan Idulfitri 1447 H. IPR April tercatat 473,3, lebih rendah dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 529,1.

Secara tahunan, penjualan eceran April 2026 terkontraksi 3,7 persen setelah pada Maret 2026 tumbuh 14,5 persen.

Meski demikian, kelompok suku cadang dan aksesori kendaraan bermotor serta barang budaya dan rekreasi masih mencatat pertumbuhan positif.

"Normalisasi konsumsi setelah periode Ramadan dan Idulfitri merupakan pola musiman yang lazim terjadi.

Namun beberapa sektor masih menunjukkan resiliensi yang baik dan menjadi penopang kinerja perdagangan eceran," tutur Ibrahim.

>>> Laba Amar Bank Cetak Rekor, Kredit Tumbuh 30,6% pada Kuartal I/2026

Dengan berbagai faktor pendukung dan tantangan, sektor perdagangan eceran di Surabaya diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan sepanjang semester kedua tahun 2026.