PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) mencatat laba bersih tertinggi sepanjang sejarah pada kuartal I/2026, mencapai Rp71,12 miliar.

Pencapaian ini didorong oleh pertumbuhan kredit yang melampaui rata-rata industri perbankan nasional serta peningkatan pendapatan bunga bersih.

in1

>>> IFG Life: Kesiapan Finansial Kunci Hadapi Empty Nest Syndrome

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Kamis (18/6/2026), perseroan memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp110,1 miliar atau setara Rp6,11 per saham.

Kinerja Keuangan dan Pertumbuhan Kredit

Hingga akhir Maret 2026, penyaluran kredit bruto Amar Bank tumbuh 30,62% secara tahunan menjadi Rp4,16 triliun.

Total aset perseroan naik 34,72% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp6,93 triliun.

Pendapatan operasional tercatat sebesar Rp527,76 miliar, naik 13,82% secara tahunan, sementara pendapatan bunga bersih meningkat 15,58% menjadi Rp370,2 miliar.

Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) net turun menjadi 0,86%, lebih rendah dari 1,48% pada Maret 2025.

Direktur Utama Amar Bank Vishal Tulsian menyatakan bahwa kinerja positif ini mencerminkan konsistensi strategi perseroan dalam menyediakan layanan keuangan digital bagi segmen ritel dan UMKM.

“Pertumbuhan kredit yang melampaui rata-rata industri menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap solusi keuangan digital yang kami hadirkan,” ujarnya.

Senior Vice President Finance Amar Bank David Wirawan menambahkan bahwa efisiensi operasional dan struktur permodalan yang kuat turut menopang laba.

>>> Sutradara Fallout: New Vegas Sebut RPG Modern Kehilangan Kedalaman dengan Menghilangkan Sistem Perjuangan

Rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 99,17%, dan pertumbuhan dana pihak ketiga meningkat 115,46% secara tahunan membantu optimalisasi biaya dana.

“Fokus kami adalah menjaga pertumbuhan laba yang sehat dan konsisten untuk mendukung pembagian dividen yang berkelanjutan,” kata David.