Amar Bank Hati-hati Respons Kenaikan Suku Bunga Acuan BI
PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) memilih bersikap hati-hati dalam merespons kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 5,75 persen.
Keputusan penyesuaian bunga simpanan maupun kredit masih menunggu dinamika pasar serta permintaan dari nasabah.
>>> Minat PIP Meningkat, Cermin Kekhawatiran Ekonomi Rumah Tangga
Kebijakan penahanan tingkat suku bunga ini dilakukan demi menjaga keseimbangan antara profitabilitas lembaga keuangan dan laju pertumbuhan bisnis.
Pertimbangan Makroekonomi
Direktur Retail Banking Amar Bank Abraham Christo Lumban Batu menjelaskan bahwa keputusan bank sentral menaikkan BI Rate didasari oleh berbagai pertimbangan makroekonomi.
Penyesuaian tersebut bertujuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta menarik modal asing.
"Bank Indonesia tentu memperhatikan banyak faktor. Salah satunya untuk meningkatkan investasi asing dan merespons arus keluar dana yang cukup besar," ujar Abraham.
Pihak manajemen menilai bahwa kebijakan moneter baru ini berpotensi memberikan dampak langsung terhadap industri perbankan nasional.
Sektor penyerapan kredit dan laju perekonomian menjadi aspek yang paling rentan terpengaruh.
"Bagaimana Amar Bank merespons kenaikan suku bunga ini tentu kami akan melihat kondisi pasar dan demand dari nasabah.
>>> Gazgas Indonesia Tantang Motor Trail Jepang dengan Harga Lebih Murah
Jadi kami tidak akan langsung menyesuaikan suku bunga," kata Abraham.
Perseroan menegaskan pentingnya penyelarasan kebijakan internal agar tidak menekan aktivitas ekonomi masyarakat.
Kenaikan suku bunga yang terlalu agresif dikhawatirkan dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional secara makro.
"Kami harus menyeimbangkan antara penyesuaian suku bunga untuk menjaga profitabilitas bank dan bagaimana tetap mendukung pertumbuhan ekonomi.
Kalau langsung menaikkan suku bunga tentu akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Saat ini, manajemen Amar Bank terus melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan pasar keuangan domestik.
Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh produk simpanan dan kredit yang ditawarkan kepada masyarakat tetap berada pada posisi yang kompetitif.
>>> Babak Pertama Inggris vs Kroasia Berakhir Imbang 2-2
"Kami memonitor kondisi ini secara closely dan akan memastikan suku bunga yang kami tawarkan tetap kompetitif di pasar," kata Abraham.
Update Terbaru
Ancol Gelar Jakalcer Fest untuk Hidupkan Kembali Pasar Seni
Jumat / 19-06-2026, 19:28 WIB
Mendukbangga: Peran Ayah Sangat Penting bagi Tumbuh Kembang Anak
Jumat / 19-06-2026, 19:28 WIB
Israel Ambil Alih Masjid Ibrahimi di Hebron, Kecaman Internasional Mengalir
Jumat / 19-06-2026, 19:28 WIB
Tokocrypto Dukung Satgas PASTI Tindak KOL Kripto Ilegal
Jumat / 19-06-2026, 19:24 WIB
Timnas Austria Siapkan Taktik Khusus Redam Serangan Argentina
Jumat / 19-06-2026, 19:24 WIB
Selfie Moriyasu dan Harry Kane Sebelum Piala Dunia 2026 Viral, Publik Terbelah
Jumat / 19-06-2026, 19:24 WIB
Kementerian PKP Renovasi 11 Rumah Tak Layak Huni di Matraman
Jumat / 19-06-2026, 19:20 WIB
Meksiko Taklukkan Korea Selatan Melalui Gol Tunggal Luis Romo
Jumat / 19-06-2026, 19:20 WIB
Veda Ega Pratama Finis ke-15 di Practice Moto3 Ceko 2026
Jumat / 19-06-2026, 19:20 WIB
Trailer Baru Ranma 1/2 Season 3 Dirilis, Tayang Oktober 2026
Jumat / 19-06-2026, 19:16 WIB
DPR Terima Audiensi Mahasiswa yang Gelar Aksi di Depan Parlemen
Jumat / 19-06-2026, 19:16 WIB
Pentagon Minta Tambahan Rp1,42 Kuadriliun untuk Biaya Operasi Iran
Jumat / 19-06-2026, 19:16 WIB
Kemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2
Jumat / 19-06-2026, 19:16 WIB
Ekonom: Prospek Bunga Kredit Bank Akan Mendatar dan Naik Selektif
Jumat / 19-06-2026, 19:15 WIB






