PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) mencatat pertumbuhan positif pada penyaluran kredit digital meskipun persaingan industri semakin ketat dan ketidakpastian ekonomi masih berlangsung.

Hingga Maret 2026, kredit bruto perseroan melesat 30,62% secara tahunan menjadi Rp4,16 triliun.

in1

>>> Arsenal vs Coventry City Buka Liga Inggris 2026/2027

Lonjakan ini turut mendorong total aset perusahaan naik 34,72% year on year menjadi Rp6,93 triliun.

Fokus pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Direktur Retail Banking Amar Bank, Abraham Christo Lumban Batu, menyatakan bahwa permintaan terhadap produk digital perusahaan terus meningkat.

"Kalau kita lihat secara tren, demand terhadap produk kami, terutama produk digital, terus naik. Penyaluran kredit juga terus bertumbuh," ujarnya.

Meskipun indikator permodalan tumbuh di bawah rata-rata industri, manajemen menegaskan hal itu merupakan keputusan strategis.

>>> Rusia Klaim Temukan Bukti Baru Pengembangan Senjata Biologis Ukraina

Amar Bank memilih memprioritaskan keberlanjutan bisnis dibandingkan ekspansi agresif yang berisiko mengganggu kualitas aset.

"Itu merupakan pilihan yang penuh kesadaran dari bank. Kami lebih memilih untuk memiliki pertumbuhan yang sustainable dan profitable," kata Abraham.

Keseimbangan antara profitabilitas, aset, dan pembiayaan menjadi fokus utama perseroan ke depan. Kebijakan ini dinilai penting untuk memperkuat fondasi menghadapi volatilitas pasar.

"Kami tidak mengedepankan pertumbuhan yang terlalu cepat. Kami lebih memilih bertumbuh secara steady, baik dari sisi neraca maupun laba rugi," tambahnya.

>>> Dokter: Bayi Prematur Lebih Berisiko Alami Gangguan Ginjal

Manajemen optimistis penyaluran kredit digital akan terus berekspansi secara sehat hingga akhir tahun dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian.