Bank Indonesia (BI) mencatat fasilitas pinjaman yang belum digunakan oleh nasabah perbankan mencapai Rp2.576 triliun hingga Mei 2026.

Jumlah tersebut setara dengan 22,41 persen dari total plafon kredit yang tersedia bagi masyarakat.

in1

>>> Peruri Dorong Talenta Digital dengan Kemampuan Analitis dan Berpikir Kritis

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa besarnya undisbursed loan menjadi penopang prospek pertumbuhan kredit tahun ini.

BI memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 mampu bergerak positif pada kisaran 8 persen hingga 12 persen.

Realisasi penyaluran kredit perbankan pada Mei 2026 tumbuh 11,51 persen secara tahunan, meningkat dari capaian April yang sebesar 9,98 persen.

Likuiditas dan Suku Bunga Mendukung

Likuiditas industri perbankan dinilai aman dengan rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga sebesar 24,74 persen.

Pertumbuhan dana pihak ketiga tercatat 13,47 persen secara tahunan pada Mei 2026.

>>> DJP Kumpulkan Tambahan Pajak Kawasan Hutan Rp26 Triliun

Suku bunga kredit perbankan berada di level 8,72 persen, sementara suku bunga deposito 1 bulan tercatat 4,26 persen.

Alokasi kredit didominasi sektor investasi yang tumbuh 21,95 persen secara tahunan, diikuti modal kerja 8,09 persen, dan konsumsi 5,89 persen.

Di tengah ketidakpastian geopolitik global, BI memastikan struktur perbankan domestik tetap kokoh.

Rasio kecukupan modal tercatat 23,97 persen pada April 2026, dengan rasio kredit bermasalah bruto 2,17 persen dan neto 0,84 persen.

>>> KEI Learning Gelar Workshop Google Spreadsheet Berbasis AI

Perry menambahkan bahwa hasil stress test menunjukkan industri perbankan memiliki daya tahan kuat terhadap berbagai risiko.