BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75%, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia

Pasar keuangan Indonesia mendapat dua sentimen positif sekaligus pada pekan lalu.
Morgan Stanley Capital International (MSCI) mempertahankan status Indonesia sebagai pasar berkembang pada Jumat (19/6/2026), sehari setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75%.
>>> Norwegia Kalahkan Irak 4-1 di Piala Dunia 2026, Haaland Borong Dua Gol
Meskipun ada dorongan dari dua faktor tersebut, penguatan rupiah secara signifikan dalam jangka pendek dinilai belum akan terjadi.
Nilai tukar rupiah justru ditutup melemah 0,06% ke posisi Rp 17.804 per dolar AS pada Jumat (19/6/2026).
Dampak Keputusan MSCI dan BI
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M Rizal Taufikurahman, menjelaskan bahwa keputusan MSCI membantu Indonesia tetap diperhatikan investor global.
Hal ini juga menekan potensi keluarnya dana pasif dari pasar dalam negeri.
"Di sisi lain, kenaikan BI Rate hingga 5,75% memperkuat interest rate differential dan menunjukkan komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar," ujar Rizal kepada Kontan, Jumat (19/6).
Rizal menilai pergerakan rupiah masih akan sangat bergantung pada dinamika sentimen global.
Dalam jangka pendek, nilai tukar diperkirakan bergerak volatil pada rentang Rp 17.400 hingga Rp 17.900 per dolar AS dengan ruang penguatan terbatas.
Langkah BI menaikkan suku bunga secara kumulatif bertujuan meningkatkan daya tarik aset domestik dan menjaga kepercayaan investor portofolio luar negeri.
>>> Akses Stadion MetLife Piala Dunia 2026 Tuai Protes Suporter
Namun, ketidakpastian global yang tinggi membuat investor tetap mengalkulasi faktor risiko lain.
Kebijakan BI Rate saat ini dipandang lebih berperan sebagai alat penahan tekanan pelemahan rupiah, bukan jaminan apresiasi nilai tukar.
"Kestabilan kurs tetap membutuhkan dukungan kredibilitas fiskal, surplus transaksi berjalan, dan arus investasi langsung yang berkelanjutan," kata Rizal.
Update Terbaru
Rusia Klaim Temukan Bukti Baru Pengembangan Senjata Biologis Ukraina
Jumat / 19-06-2026, 18:12 WIB
Dokter: Bayi Prematur Lebih Berisiko Alami Gangguan Ginjal
Jumat / 19-06-2026, 18:12 WIB
Persija Jakarta Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru, Target Juara Musim 2026/2027
Jumat / 19-06-2026, 18:12 WIB
Kepala BNPB Turun Langsung ke Lokasi Gempa Sulteng, Bantuan Disalurkan
Jumat / 19-06-2026, 18:10 WIB
Suporter Meksiko dan Korea Selatan Tunjukkan Kehangatan di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 18:10 WIB
Kate Middleton Hadiri Royal Ascot 2026 dengan Gaun Kuning Lemon Daur Ulang
Jumat / 19-06-2026, 18:10 WIB
Hyundai Kona Generasi Ketiga Hadir dengan Desain Kotak pada 2028
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Lenovo ThinkPad Siap Hadapi Kondisi Ekstrem Berkat Standar Militer dan AI
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Studi: Makanan Ultra-Olahan pada Balita Turunkan IQ Anak
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Sinopsis Speed Racer, Bioskop Trans TV 19 Juni 2026
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
OPPO Reno16 Pro Series Hadir dengan Model Pro Mini dan Reno16c di India
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Samsung Umumkan Peluncuran Galaxy M47 di India, Tampilkan Teaser Perdana
Jumat / 19-06-2026, 18:05 WIB
Ragi Kuno Ötzi Berhasil Dihidupkan dan Digunakan untuk Membuat Roti
Jumat / 19-06-2026, 18:04 WIB
Bittime: Revisi UU PPSK Perkuat Ekosistem Industri Kripto RI
Jumat / 19-06-2026, 18:04 WIB






