Faktor sentimen pasar global maupun domestik saat ini lebih mendominasi fluktuasi rupiah dibandingkan fundamental ekonomi nasional.

Penguatan dolar AS, ekspektasi suku bunga Federal Reserve yang tetap tinggi, serta peningkatan sikap menghindari risiko dari investor global berdampak cepat pada arus modal.

in1

Meski demikian, fundamental ekonomi nasional tetap berfungsi sebagai peredam gejolak di pasar keuangan.

Ke depan, pelaku pasar perlu mengamati indikator seperti kebijakan Federal Reserve, imbal hasil US Treasury, indeks dolar AS, harga komoditas ekspor, cadangan devisa, dan arus modal asing.

Ketahanan fundamental ekonomi Indonesia dalam jangka menengah juga akan ditentukan oleh defisit fiskal, neraca perdagangan, dan realisasi investasi langsung.

>>> Kemenperin Perkuat Pembinaan IKM Kreatif untuk Tangkap Peluang Pasar

Rizal menambahkan bahwa penguatan nilai tukar berkelanjutan memerlukan pendalaman pasar keuangan domestik serta kenaikan daya saing ekspor bernilai tambah.