Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat tipis pada Jumat (19/6/2026).

IHSG naik 4,80 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.177,14. Sementara indeks LQ45 turun 7,52 poin atau 1,22 persen ke 609,40.

in1

>>> Isabel Marant dan Havaianas Luncurkan Sandal Bohemian Edisi Terbatas

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan kenaikan IHSG dibatasi oleh peringatan baru dari MSCI.

MSCI menyoroti visibilitas yang lemah dalam kepemilikan saham dan tanda-tanda perdagangan terkoordinasi di pasar modal Indonesia.

Hasil review MSCI Global Market Accessibility mengonfirmasi penurunan peringkat pada aspek Information Flow karena kurangnya transparansi kepemilikan saham.

MSCI menekankan bahwa persoalan utama bukan pada likuiditas atau ukuran pasar, melainkan tata kelola, transparansi, dan keterbukaan informasi.

"Sorotan MSCI terhadap kualitas pembentukan harga dan transparansi berpotensi meningkatkan persepsi risiko di mata investor global," ujar Nico.

MSCI akan mengumumkan Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026 pekan depan.

Dari mancanegara, pergerakan pasar dipengaruhi implementasi perjanjian damai tentatif antara AS dan Iran pada Kamis (18/6).

Perjanjian tersebut meredakan ketegangan geopolitik dan menurunkan harga minyak global. Washington mencabut blokade laut Iran.

Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa keringanan ekonomi bagi Teheran akan bergantung pada kepatuhan Iran terhadap seluruh ketentuan perjanjian.

Di sisi lain, terdapat kekhawatiran seputar prospek kebijakan moneter ketat The Fed. Sinyal hawkish memicu ekspektasi kenaikan suku bunga pada sisa tahun 2026.

>>> Persija Jakarta Perpanjang Kontrak Rayhan Hannan Tiga Musim

Meski Fed mempertahankan suku bunga acuan dalam pertemuan Rabu (17/6), proyeksi terbaru menunjukkan sekitar separuh anggota FOMC memperkirakan minimal satu kali kenaikan lagi.