Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto langsung menuju lokasi terdampak gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah.

Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh tahapan penanganan darurat berjalan efektif dan tepat sasaran.

in1

>>> Suporter Meksiko dan Korea Selatan Tunjukkan Kehangatan di Piala Dunia 2026

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Jumat, menyatakan kehadiran Suharyanto disertai pendistribusian paket bantuan kemanusiaan.

"Kepala BNPB telah berada di wilayah terdampak untuk memastikan penanganan darurat berjalan efektif.

Bantuan yang diberikan meliputi bantuan pangan dan non-pangan seperti tenda pengungsi, tenda keluarga, matras, selimut, kasur lipat, serta paket sembako," kata dia.

Data Korban dan Kerusakan

Berdasarkan pemutakhiran data kebencanaan per Kamis (18/6) sore pukul 16.25 WIB, korban meninggal dunia masih sebanyak tiga jiwa.

Sementara itu, korban luka-luka akibat runtuhan material bangunan mengalami kenaikan, dengan 17 jiwa menderita luka berat dan 101 warga mengalami luka ringan.

>>> Kate Middleton Hadiri Royal Ascot 2026 dengan Gaun Kuning Lemon Daur Ulang

Gempa yang berpusat di darat pada Rabu (16/6) tersebut melanda Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, hingga Kabupaten Donggala.

Bencana ini mengakibatkan kerugian materiil signifikan, terutama di sektor pemukiman dengan rincian 1.995 unit rumah rusak ringan, 147 unit rumah rusak sedang, dan 73 unit rumah rusak berat.

Selain itu, terjadi kerusakan masif pada fasilitas umum, pendidikan, perkantoran, serta tempat ibadah.

BNPB menjamin dukungan penuh pemerintah pusat untuk perbaikan rumah warga yang rusak.

Skema bantuan stimulan yang disiapkan meliputi Rp15 juta untuk rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta untuk kategori rusak berat atau pembangunan rumah baru.

>>> Studi: Makanan Ultra-Olahan pada Balita Turunkan IQ Anak

"Skema penggantian atau perbaikan rumah rusak ini selalu ada di setiap kejadian bencana. Dan kami juga memberikan Dana Tunggu Hunian (DTH) sesuai kebutuhan lapangan," kata Abdul Muhari.