Demo Surabaya di Depan Kantor Gubernur, Massa Sampaikan 9 Poin Protes
Sembilan tudingan kegagalan itu mencakup persoalan legitimasi, kegagalan melindungi kelompok rentan, praktik oligarki, hingga perampasan ruang dan lahan hidup masyarakat sipil.
"Prabowo Subianto sudah gagal secara konstitusional, sudah gagal secara etik, sudah cacat secara etik, sudah cacat secara logika.
Tidak boleh dibiarkan, teman-teman," tegas Miftakhur.
Miftakhur juga menyoroti melemahnya prinsip supremasi hukum di bawah pemerintahan saat ini. Menurutnya, hal itu hanya menguntungkan oligarki dan segelintir golongan.
"Rule of law sekarang sudah tidak ada, sekarang adanya rule by law. Rule yang dibuat oleh hukum yang dibuat oleh Prabowo Gibran.
>>> Nothing Batalkan Peluncuran CMF Phone Baru Akibat Lonjakan Harga Memori
Hukum yang dibuat hanya untuk kesenangan mereka, hanya untuk kekuasaan mereka," katanya.
Soal spanduk raksasa di JPO, Miftakhur menjelaskan pesan itu sebagai seruan kepada para intelektual dan akademisi agar berani turun ke jalan.
"Sekarang para intelektual takut untuk bersuara. Para akademisi takut untuk turun ke jalan.
Bukan karena mereka tidak mau, bukan karena mereka tidak cinta dengan negara. Tapi karena mereka tidak punya waktu, karena terlalu banyak administrasi yang harus diurus," ujarnya.
Menurut Miftakhur, keterlibatan kalangan akademisi justru krusial untuk memperkuat legitimasi gerakan.
"Akademisi-akademisi inilah yang bisa memberikan kajian-kajian konkret. Akademisi inilah yang bisa memberikan legitimasi-legitimasi konkret bagi kami yang turun ke jalan," imbuhnya.
Miftakhur mengatakan pihaknya tidak menuntut untuk ditemui pejabat manapun. Ia menegaskan kewajiban mendengar ada di pihak pemerintah, bukan sebaliknya.
"Pemerintah harus mendengar. Itu kewajiban pemerintah untuk mendengar.
Bukan kewajiban kita untuk memohon mereka untuk didengar. Masyarakat di jalan kehilangan waktu.
Pemerintah juga harus sama, kehilangan waktu untuk mendengarkan kami Rakyat Surabaya Menggugat," tegasnya.
Update Terbaru
Les Wexner Puas Harvard Pertahankan Namanya di Gedung Kampus
Senin / 22-06-2026, 22:57 WIB
Pemilik PT Sakti Mait Jaya Langit Divonis 8 Tahun Penjara Kasus Kredit LPEI
Senin / 22-06-2026, 22:57 WIB
Munas NU Desak Transparansi Pengelolaan Keuangan Haji
Senin / 22-06-2026, 22:57 WIB
Kourtney Kardashian Rayakan Father's Day Bersama Travis Barker, Abaikan Scott Disick
Senin / 22-06-2026, 22:57 WIB
Putra Liam Payne Jadi Ahli Waris Tunggal Harta Rp28 Juta
Senin / 22-06-2026, 22:56 WIB
Tuduhan Mata-mata ke Mantan Suami, Lisa Hochstein Bebas dari Tuntutan
Senin / 22-06-2026, 22:56 WIB
Hasil AVC Men's Cup 2026: Duel Sengit 5 Set, Indonesia Hajar Qatar
Senin / 22-06-2026, 22:56 WIB
7 Cara Melupakan Mantan Setelah Bertahun-tahun Pacaran
Senin / 22-06-2026, 22:56 WIB
Mantan Bos The Fed, Alan Greenspan, Meninggal di Usia 100 Tahun
Senin / 22-06-2026, 22:56 WIB
Polisi Bandara Soetta Ringkus 4 WNA Selundupkan Kemasan Liquid Narkoba
Senin / 22-06-2026, 22:56 WIB
Clive Davis, Legenda Musik yang Meluncurkan Whitney Houston, Meninggal di Usia 94
Senin / 22-06-2026, 22:52 WIB
Link Live Streaming Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026
Senin / 22-06-2026, 22:52 WIB
Kejati Jabar Periksa Wabup Indramayu sebagai Tersangka Korupsi DPRD
Senin / 22-06-2026, 22:52 WIB
God of War: Laufey Berjalan Bersamaan dengan Game 2018, Ungkap Deborah Ann Woll
Senin / 22-06-2026, 22:42 WIB






