Mantan Ketua Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), Alan Greenspan meninggal dunia pada usia 100 tahun, Senin (22/6).

Kabar duka ini disampaikan oleh istrinya, Andrea Mitchell, yang mengatakan Greenspan wafat di rumahnya akibat komplikasi penyakit Parkinson.

in1

>>> Polisi Bandara Soetta Ringkus 4 WNA Selundupkan Kemasan Liquid Narkoba

Greenspan, yang dijuluki 'The Maestro', memimpin The Fed selama hampir dua dekade sejak 1987 hingga pensiun pada 2006.

Ia dikenang sebagai salah satu tokoh ekonomi paling berpengaruh di dunia.

Namun, masa jabatannya juga tak lepas dari kontroversi. Kebijakan moneter yang longgar dinilai sebagian pihak sebagai salah satu pemicu krisis keuangan global 2007-2009.

Mitchell dalam pernyataannya menyebut Greenspan sebagai sosok besar yang membentuk perekonomian AS selama beberapa dekade di bawah presiden dari kedua partai.

"Dia akan dikenang karena kecerdasan dan kebaikannya. Menjadi pasangan hidupnya adalah kebahagiaan dalam hidup saya," ujar Mitchell.

>>> Clive Davis, Legenda Musik yang Meluncurkan Whitney Houston, Meninggal di Usia 94

Greenspan pertama kali ditunjuk memimpin The Fed oleh Presiden AS Ronald Reagan pada 1987.

Masa jabatannya merupakan yang terlama kedua dalam sejarah The Fed, setelah William McChesney Martin yang menjabat 1951-1970.

Selama kepemimpinannya, pasar saham AS berkembang pesat meski diwarnai periode volatilitas ekstrem. Namun, kebijakan longgarnya kerap disebut sebagai penyebab krisis keuangan 2008.

The Fed dalam pernyataan resmi menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Greenspan.

>>> Link Live Streaming Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026

"Kontribusinya terhadap kebijakan moneter dan pemikiran ekonomi meninggalkan jejak abadi pada lembaga ini, pada bidang ekonomi yang lebih luas, dan pada negara ini," demikian pernyataan The Fed.