Bank Sentral Korea (BOK) memperingatkan bahwa pembayaran bonus besar kepada pekerja industri teknologi di Korea Selatan dapat memicu tekanan inflasi yang lebih luas.

Peringatan ini muncul di tengah proyeksi inflasi setahun penuh Korea Selatan mencapai 2,7 persen, di atas target resmi bank sentral sebesar 2 persen.

in1

>>> Kemenperin Kaji Standarisasi Komponen Motor Listrik demi Keselamatan

Kenaikan harga energi akibat konflik Iran sebelumnya telah mendorong inflasi tahun ini, namun BOK melihat potensi rambatan baru dari pertumbuhan upah sektor teknologi.

Bonus Masif dari Raksasa Teknologi

Laporan bonus masif ini datang dari raksasa teknologi seperti SK Hynix dan Samsung Electronics.

SK Hynix mengalokasikan 10 persen laba operasional untuk bonus, sementara pekerja Samsung menyepakati alokasi 10,5 persen dari laba operasional semikonduktor setelah sempat mengancam pemogokan selama 18 hari pada Mei lalu.

Berdasarkan data serikat pekerja yang dihimpun Reuters, seorang pekerja chip memori dengan gaji pokok 80 juta won diperkirakan menerima total bonus 626 juta won tahun ini.

>>> 4 Fakta Menarik Belanda Bantai Swedia di Piala Dunia 2026, Duet Maut Brobbey dan Gakpo

Sementara itu, karyawan SK Hynix berpotensi menerima bonus di atas 700 juta won jika perusahaan berhasil membukukan laba tahunan sebesar 250 triliun won.

Pihak bank sentral menjelaskan bahwa bonus biasanya tidak banyak memengaruhi tekanan permintaan karena bukan merupakan komponen pendapatan permanen.

Kendati demikian, situasi kali ini dinilai berbeda akibat lonjakan jumlah bonus yang tidak biasa.

>>> Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

"Khususnya, karena bonus kinerja sektor TI baru-baru ini dibayarkan dalam skala yang sangat luar biasa, kemungkinan dampak aktualnya bisa lebih besar dari yang diperkirakan tidak dapat dikesampingkan," tambah pihak BOK.