Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta terus menggencarkan penyerapan gabah dan beras di wilayah Solo Raya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Hingga saat ini, realisasi penyerapan tahun 2026 telah mencapai 70.893 ton setara beras, atau 75,62% dari target pengadaan yang ditetapkan.

in1

>>> Jusuf Kalla: Film Tanah Runtuh Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Media Pembelajaran

Kepala Cabang Bulog Surakarta, Nanang Harianto, menyatakan optimisme bahwa target tahun ini dapat terlampaui, terutama dengan adanya panen gadu yang diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus mendatang.

“Menyambut panen gadu, penyerapan kami sudah mencapai 75%. Kami optimis sebelum akhir tahun dapat melampaui target,” ujar Nanang pada Minggu (21/6/2026).

Untuk mengoptimalkan serapan, Bulog Surakarta akan membentuk tim lapangan yang langsung turun ke sentra produksi padi di Solo Raya.

Beberapa daerah seperti Sragen, Klaten, dan Wonogiri menjadi andalan dalam penyerapan gabah/beras di wilayah ini.

>>> Muhaimin: Ulama Berperan Penting Bangun Karakter dan Spiritual Bangsa

Di Sragen, Bulog memiliki Sentra Pengolahan Padi dengan mesin berteknologi modern untuk menghasilkan beras berkualitas.

Selain itu, Bulog Surakarta juga menambah gudang sewa guna menjaga stok dan memastikan pasokan beras SPHP tetap tersedia dengan harga terjangkau.

Sinergi dengan TNI, Polri, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dan petani lokal terus ditingkatkan untuk mendukung program swasembada pangan nasional.

>>> Kiper Curacao Eloy Room Cetak Rekor 15 Penyelamatan di Piala Dunia 2026

Daya beli masyarakat terhadap beras SPHP dinilai cukup tinggi, baik di pasar tradisional maupun ritel modern.