Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan bahwa ulama, habaib, dan tokoh agama memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya bertumpu pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pada karakter, mentalitas, dan nilai-nilai spiritual masyarakat.

in1

>>> Kiper Curacao Eloy Room Cetak Rekor 15 Penyelamatan di Piala Dunia 2026

Pernyataan itu disampaikan Muhaimin saat menghadiri Haul Ulama dan Habaib Betawi 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Minggu.

Tradisi Haul Jaga Nilai Keislaman dan Kebangsaan

Muhaimin menilai tradisi haul memiliki makna penting dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kebudayaan.

Tradisi ini menjadi kekuatan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Betawi, sebagai salah satu pilar sejarah Jakarta.

"Haul sebagai tradisi untuk menelusuri, meneladani, dan meneruskan perjuangan para ulama yang sebelum kemerdekaan telah membangun karakter, mental, akhlak, dan sumber daya manusia," ujar Muhaimin.

>>> Wuling Motors Rampungkan Penanganan Penumpukan Kontainer di Tanjung Priok

Ia menambahkan bahwa para ulama dan habaib telah memulai pembangunan jauh sebelum kemerdekaan hingga melahirkan bangsa Indonesia.

Menko PM juga menilai acara haul menjadi momentum memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada nilai budaya dan tradisi.

"Insya Allah, 500 tahun Jakarta ini bisa menjadi kota yang bersaing secara global, maju dan unggul dalam segala aspek, terutama spiritual serta kekuatan akhlak dan mentalitas umatnya," kata Muhaimin.

Ia mengapresiasi komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga dan mengangkat budaya Betawi sebagai identitas kota.

>>> Fakta Menarik Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: Kiper Jadi Bintang

Menurutnya, pelestarian budaya lokal merupakan bagian penting dari pembangunan manusia dan pemberdayaan masyarakat.