Wakil Menteri Perdagangan Indonesia Dyah Roro Esti memperluas akses pasar produk dan investasi Indonesia di kawasan Asia Tengah.

Langkah ini dilakukan melalui ajang Tashkent International Investment Forum (TIIF) 2026 di Uzbekistan.

in1

>>> Pemprov DKI Gratiskan Tiket Wisata dan Transportasi untuk Semua Warga Indonesia

Menurut keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu, kehadiran Roro Esti di forum investasi terbesar di Asia Tengah itu merupakan bagian dari upaya memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia.

Sekaligus memperluas peluang perdagangan dan investasi dengan Uzbekistan dan negara-negara di kawasan Asia Tengah.

Indonesia memandang Uzbekistan sebagai mitra strategis dalam memperluas kerja sama ekonomi di Asia Tengah. Kawasan ini dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang menjanjikan.

"Kehadiran Indonesia di Uzbekistan tidak hanya untuk mempererat hubungan bilateral, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha Indonesia," ujar Wamendag saat pembukaan forum di Tashkent.

Ia menambahkan, pihaknya ingin memastikan produk-produk Indonesia semakin dikenal dan memiliki akses pasar yang lebih besar di Asia Tengah.

Hal ini sejalan dengan upaya diversifikasi pasar ekspor nasional.

TIIF 2026 dibuka secara resmi oleh Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev.

Acara ini dihadiri sejumlah pemimpin dunia, antara lain Presiden Albania Bajram Begaj, Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin, Perdana Menteri Belarus Aleksandr Turchin, Perdana Menteri Azerbaijan Ali Asadov, Perdana Menteri Kazakhstan Olzhas Bektenov, Ketua Kabinet Menteri Kirgizstan Adylbek Kasymaliev, serta Perdana Menteri Tajikistan Kokhir Rasulzoda.

Kehadiran para pemimpin tersebut menunjukkan semakin pentingnya posisi Uzbekistan dan Asia Tengah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan investasi global.

Dalam pidato pembukaannya, Presiden Mirziyoyev menegaskan komitmen Uzbekistan untuk melanjutkan reformasi ekonomi, meningkatkan kemudahan berusaha, serta memperkuat iklim investasi yang terbuka dan kompetitif.