Kopi menjadi minuman favorit banyak orang untuk memulai hari. Kandungan kafein di dalamnya dipercaya meningkatkan fokus dan meredakan sakit kepala ringan.

Namun, konsumsi kafein yang tidak tepat justru bisa memicu migrain. Dokter spesialis saraf subspesialis neurokritikal dan intensif dari RSUI, dr. Ramdinal Aviesena Zairinal, Sp.

in1

>>> Belanda Hajar Swedia 5-1, Puncaki Grup F Piala Dunia 2026

N(K), menjelaskan bahwa kafein memiliki dua sisi.

"Kafein bisa menjadi obat yang meredakan sakit kepala, tetapi jika tidak dikonsumsi dengan baik, efeknya bisa berbalik menjadi pemicu," katanya dalam keterangan yang dikutip dari Antara, Minggu (21/6/2026).

Pola Konsumsi yang Berisiko

Perubahan dosis atau pola konsumsi kafein secara signifikan meningkatkan risiko migrain.

Misalnya, seseorang yang biasa minum satu hingga dua cangkir kopi per hari lalu meningkat menjadi empat atau lima cangkir.

>>> DKI Beri Keringanan Pajak 50 Persen untuk Jasa Kesenian dan Hiburan

Lonjakan dosis tersebut dapat mengubah cara kerja kafein. Alih-alih meredakan, kafein justru memperparah sakit kepala.

Selain itu, konsumsi kafein yang tidak konsisten juga berbahaya.

Jika seseorang biasa minum kopi setiap pagi lalu tiba-tiba mengubah jadwal ke siang atau malam, hal itu bisa memicu migrain.

Penghentian konsumsi kafein secara mendadak setelah rutin mengonsumsinya juga menyebabkan sakit kepala akibat efek withdrawal. "Yang salah bukan kafeinnya, tapi cara kita menggunakannya," tegas dr. Ramdinal.

>>> Babel Gelar Kontes Durian Lokal untuk Angkat ke Tingkat Nasional

Kafein tidak hanya terdapat dalam kopi, tetapi juga minuman kaleng seperti soda dan obat-obatan tertentu. Oleh karena itu, penting untuk menjaga pola konsumsi yang stabil dan tidak berlebihan.