Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma'shum Faqih mengingatkan bahwa adab harus tetap menjadi penuntun utama dalam setiap musyawarah organisasi.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, pada 20-22 Juni 2026.

in1

>>> Kementerian Ekraf: UMKM Bakery Tumbuh, Buka Peluang Usaha

"Alhamdulillah, suasana pembukaan Munas dan Konbes NU sangat hangat dan penuh keakraban. Para masyayikh, pengurus, dan peserta berbaur dalam semangat ukhuwah.

Inilah wajah NU yang sesungguhnya, di mana adab selalu menjadi penuntun dalam bermusyawarah," ujar Gus Ma'shum di Jakarta, Minggu.

Gus Ma'shum menilai perbedaan pandangan adalah hal wajar dalam organisasi besar. Namun, tradisi pesantren mengajarkan bahwa setiap musyawarah harus dilandasi saling menghormati, mengedepankan hikmah, dan mengutamakan kemaslahatan bersama.

Apresiasi untuk Tuan Rumah

Anggota Majelis Masyayikh Pondok Pesantren Langitan, Tuban, itu juga mengapresiasi Pondok Pesantren Al Falah Ploso yang sukses menjadi tuan rumah forum permusyawaratan tertinggi kedua di lingkungan NU setelah Muktamar.

>>> Viral Pacar Sarwendah Diduga Pakai Jam Patek Philippe Palsu, Ini Cara Bedakan Asli dan KW

"Luar biasa Pesantren Al Falah Ploso.

Dalam waktu yang relatif singkat mampu mempersiapkan Munas dan Konbes dengan sangat baik, bahkan di tengah persiapan Haul Akbar Muassis Pondok Ploso.

Ini menunjukkan kuatnya tradisi gotong royong, khidmah, dan manajemen pesantren," katanya.

Mantan Wakil Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah PWNU Jawa Timur itu berharap semangat kebersamaan sejak pembukaan dapat terus mengiringi seluruh rangkaian Munas dan Konbes.

>>> Grammy Awards Tambah Kategori Best Asian Pop Music Mulai 2027

"Semoga Munas dan Konbes ini melahirkan keputusan-keputusan yang arif, mempererat ukhuwah, serta semakin memperkokoh khidmah Nahdlatul Ulama bagi umat, bangsa, dan peradaban," pungkas Gus Ma'shum.