Sekretaris Daerah (Sekda) Bali Dewa Made Indra mengusulkan agar ajang lari alam terbuka Bali Tourism Run diselenggarakan secara berpindah-pindah antar destinasi wisata unggulan di Bali.

Usulan ini disampaikan usai kegiatan perdana Bali Tourism Run di Desa Jatiluwih, Tabanan, yang diikuti lebih dari 1.700 peserta pada Minggu (21/6).

in1

>>> Chainsaw Man Rilis Teaser Anime Assassins Arc dan Umumkan Game Mobile Baru

Menurut Dewa Indra, ide dari Ketua Asita Bali agar ajang berikutnya digelar di Besakih masih akan dibahas lebih lanjut.

"Panduannya sudah diberikan Pak Gubernur Bali yaitu kita harus bergerak dari DTW satu ke DTW yang lain mulai dari DTW unggulan yang merepresentasikan harmoni antara manusia, budaya, dan alam," ujarnya.

Pemprov Bali menilai ajang lari ini tepat untuk mempromosikan pariwisata karena sport tourism sedang digemari banyak kalangan.

Jatiluwih dipilih sebagai lokasi awal karena merupakan simbol harmoni alam, manusia, dan budaya yang sesuai dengan konsep pariwisata berkualitas.

>>> Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib

Dewa Indra menekankan bahwa pariwisata Bali tidak sekadar mencari keuntungan ekonomi, tetapi juga harus terus menempatkan akar budaya dan lingkungan.

Ketua Asita Bali I Putu Winastra menambahkan, perputaran uang dari kegiatan ini diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar.

Dampak ekonomi dirasakan oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta penginapan di sekitar Jatiluwih.

Winastra mengatakan kegiatan ini juga menunjukkan komitmen menjaga Bali sebagai destinasi kelas dunia yang menjunjung tinggi alam dan budaya berkelanjutan.

>>> Kesenjangan Literasi AI yang Diam-diam Menciptakan Kasta Baru di Kampus

Bali Tourism Run menjadi pembuka rangkaian menuju 100 Tahun Pariwisata Bali pada 2027.