Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi menegaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara konvergensi.

Seluruh perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, lembaga sosial, dan organisasi kemasyarakatan perlu dilibatkan.

in1

>>> Menpora: Sport tourism dorong masyarakat sehat dan pertumbuhan ekonomi

Dalam keterangannya di Makassar, Minggu, Fatmawati menyebut edukasi mengenai pola asuh, sanitasi, dan kesehatan tetap menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting.

Namun, bagi anak yang sudah mengalami stunting, intervensi pemenuhan gizi tidak dapat ditunda.

"Kalau tidak ada asupan gizi yang masuk, maka akan sulit mengeluarkan anak dari kondisi stunting. Edukasi tetap berjalan, tetapi kebutuhan dasar anak juga harus dipenuhi," ujarnya.

Fatmawati menekankan bahwa stunting merupakan persoalan multidimensi.

Tidak hanya berkaitan dengan gizi, tetapi juga dipengaruhi sanitasi, kesehatan lingkungan, pola asuh, serta kondisi sosial ekonomi keluarga.

Ia mendorong agar seluruh program penanganan stunting diarahkan berdasarkan data akurat melalui pendekatan by name by address.

>>> Hakim Danish Juara Moto3 Ceko 2026, Veda Pratama Finis Kelima

Dengan demikian, bantuan dan intervensi dapat diterima oleh keluarga yang benar-benar membutuhkan.

Fatmawati juga mengusulkan penguatan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting dengan melibatkan lebih banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Baznas, perusahaan melalui program CSR, organisasi nonpemerintah, dan komunitas sosial.

Menurutnya, pengalaman selama berkecimpung di pemerintahan, termasuk di Kota Makassar, menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor mampu memperluas jangkauan pendampingan keluarga berisiko stunting.

"Persoalan stunting tidak bisa diselesaikan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan gotong royong dan kepedulian bersama," katanya.

Berdasarkan SSGI 2024, prevalensi stunting Sulawesi Selatan tercatat 23,3 persen, turun dari 27,4 persen pada 2023.

Namun, angka tersebut masih berada di atas rata-rata nasional yang sebesar 19,8 persen.

>>> Dua Pabrik Komponen Otomotif di Jatim Terancam PHK Massal

Angka tersebut menunjukkan upaya percepatan penurunan stunting masih menjadi pekerjaan bersama. Penguatan kolaborasi lintas sektor dinilai perlu terus dilakukan.