PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat dukungan terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui Program Desa Sehat Bebas Stunting di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Program yang menjadi bagian dari BNI Berbagi ini menyasar empat desa, yaitu Sukamanah, Banjarsari, Wanasuka, dan Margamukti.

in1

>>> Bareskrim Tahan Founder PT DSI, Terlibat Aktif dalam Proyek Fiktif

Pelaksanaannya bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Pangalengan dan Puskesmas Sukamanah.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, program ini merupakan wujud kontribusi perseroan dalam mendukung agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui intervensi kesehatan dan gizi masyarakat.

“Program Desa Sehat Bebas Stunting ini merupakan wujud kontribusi BNI dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya kelompok yang rentan mengalami masalah gizi.

Program ini menjadi bagian dari komitmen BNI untuk hadir memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Okki.

Dalam program ini, BNI memberikan Paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan kepada 65 anak berisiko stunting selama 52 hari berturut-turut.

Selain itu, perseroan menyalurkan Paket Nutrisi bagi 12 ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK) selama 60 hari berturut-turut.

Program juga mencakup pemberian nutrisi dan tablet tambah darah kepada 50 remaja putri sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini.

Seluruh rangkaian intervensi dilaksanakan selama tiga bulan dengan pendampingan dan pemantauan berkala untuk memastikan efektivitas program.

Okki menjelaskan, penanganan stunting menjadi prioritas penting dalam pembangunan nasional.

>>> PDIP Balas Golkar: Jika DPR Hanya Manut ke Eksekutif, Apa Bedanya dengan Orde Baru?

Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini karena dapat menghambat tumbuh kembang anak dan berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia.