PDIP Balas Golkar: Jika DPR Hanya Manut ke Eksekutif, Apa Bedanya dengan Orde Baru?
Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus membalas sindiran Partai Golkar yang mempertanyakan posisi PDIP sebagai penyeimbang di luar pemerintahan.
Deddy menegaskan fungsi penyeimbang diperlukan untuk memastikan mekanisme checks and balances terhadap jalannya pemerintahan tetap berjalan.
>>> Dinar Candy Belum Ingin Menikah, Minta Orangtua Sabar
Menurut Deddy, dominasi partai-partai yang berada di dalam kabinet di parlemen berpotensi melemahkan fungsi pengawasan DPR terhadap eksekutif.
Bahkan Deddy menyinggung era Orde Baru saat menyoroti kemungkinan seluruh fraksi hanya mengikuti kebijakan pemerintah tanpa memberikan kritik.
"Terkait pertanyaan 'apa yang perlu diseimbangkan', saya kira jawabannya cukup jelas, yaitu fungsi checks and balances oleh DPR terhadap pengelolaan kekuasaan dan pemerintahan," kata Deddy dalam keterangannya, Sabtu (20/6/2026).
Sulit Kritik dari Partai Pendukung Pemerintah
Deddy menilai sulit mengharapkan kritik dari partai-partai yang juga menjadi bagian dari pemerintahan karena memiliki keterikatan politik dengan kabinet.
"Dalam kondisi mayoritas kursi dikuasai oleh partai-partai yang juga duduk di kabinet, sulit membayangkan fraksi-fraksi tersebut mau, mampu, dan berani menyampaikan kritik atas penyimpangan atau memberikan pendapat yang berbeda," ucapnya.
Ia kemudian mempertanyakan fungsi DPR apabila seluruh fraksi hanya menyetujui kebijakan pemerintah.
"Jika seluruh fraksi di DPR hanya mampu manut dan setuju terhadap eksekutif, apa bedanya dengan era Orde Baru?
>>> KPK Kuliti Asal Usul Harta Silmy Karim Usai Sita Moge, Mobil Sport, dan Uang Valas
Apakah DPR masih dibutuhkan?" kata Deddy.
Anggota Komisi II DPR RI itu menjelaskan bahwa posisi penyeimbang bukan berarti selalu berseberangan dengan pemerintah.
Menurutnya, partai di luar pemerintahan tetap dapat mendukung kebijakan yang dinilai baik, namun harus memiliki kebebasan untuk menyampaikan kritik dan pandangan berbeda.
"Yang dimaksud dengan penyeimbang adalah kebebasan untuk mendukung kebijakan yang baik, tetapi pada saat bersamaan memiliki kemauan dan kemandirian untuk menyampaikan kritik, masukan, perbaikan, dan bahkan pandangan yang berbeda," katanya.
Deddy juga mengingatkan bahwa apabila seluruh partai politik berada dalam pemerintahan, fungsi pengawasan terhadap kekuasaan berpotensi bergeser ke ruang publik melalui aksi demonstrasi.
"Jika semua partai berada dalam pemerintahan, maka fungsi checks and balances itu akan berpindah ke jalanan dalam bentuk demonstrasi," ucapnya.
>>> Nama Bahlil Disoraki Mahasiswa Saat Demo di Depan DPR
Lebih lanjut, Deddy mempertanyakan keberanian partai-partai yang memiliki kader sebagai menteri untuk mengkritik pemerintah maupun kementerian yang dipimpin kadernya sendiri.
Update Terbaru
DPD: Indonesia Butuh Pemimpin Berkarakter di Tengah Arus Globalisasi
Sabtu / 20-06-2026, 15:52 WIB
5 Rekomendasi Face Cream Anak untuk Melembapkan dan Mencerahkan
Sabtu / 20-06-2026, 15:52 WIB
Dean Zandbergen Soroti Penunjukan John Herdman sebagai Pelatih Timnas Indonesia
Sabtu / 20-06-2026, 15:48 WIB
IHSG Menguat 2,82% ke Level 6.177 pada Pekan Ketiga Juni 2026
Sabtu / 20-06-2026, 15:45 WIB
CORTIS Terpukau Sambutan COER di Red Carpet Allo Bank Festival 2026
Sabtu / 20-06-2026, 15:44 WIB
Miguel Almiron Kartu Merah Akibat Larangan Menutup Mulut
Sabtu / 20-06-2026, 15:44 WIB
Simpatisan MBG Malang Raya Kawal Target 82,9 Juta Penerima Manfaat
Sabtu / 20-06-2026, 15:40 WIB
5 HP Rp1,2 Juta dengan Performa Terbaik di Juni 2026
Sabtu / 20-06-2026, 15:36 WIB
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Bersembunyi di Game Dewasa
Sabtu / 20-06-2026, 15:36 WIB
Perancis Bakal Juara Piala Dunia 2026 Gegara Tinggi Badan?
Sabtu / 20-06-2026, 15:36 WIB
TVS Indonesia Pamerkan Kendaraan Niaga Baru di Jakarta Fair 2026
Sabtu / 20-06-2026, 15:36 WIB
Investasi Reksa Dana dan Obligasi Bantu Jaga Nilai Aset Finansial
Sabtu / 20-06-2026, 15:36 WIB
Sambut HUT ke-499 Jakarta, Archipelago Hotels Gelar Promo Flash Campaign
Sabtu / 20-06-2026, 15:36 WIB
Tiga Wasit Tiongkok Pimpin Laga Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026
Sabtu / 20-06-2026, 15:36 WIB






