Kaspersky mendeteksi malware berbahaya bernama Argamal yang disembunyikan dalam game dewasa. Malware jenis Remote Access Trojan (RAT) ini telah menginfeksi ratusan pengguna di berbagai negara sejak April 2026.

Tim peneliti Kaspersky GReAT menemukan kampanye serangan ini saat pemantauan telemetri rutin. Malware menyerang pengguna di Rusia, Brasil, Jerman, dan Vietnam.

in1

>>> Microsoft Perluas Literasi AI di Indonesia, 50 Ribu Peserta Kantongi Sertifikasi

Cara Penyebaran Malware Argamal

Pelaku menyebarkan virus melalui situs tidak resmi, platform torrent, dan forum modifikasi game. Kode berbahaya disisipkan ke dalam file game yang tampak normal.

Saat pengguna menjalankan game, malware aktif tanpa mengganggu permainan. Korban tidak menyadari perangkatnya telah terinfeksi.

>>> Profil Icuk Nugroho Pemeran Preman Pensiun yang Meninggal Dunia, Lengkap: Umur, Agama dan Akun Instagram

Setelah masuk ke sistem, Argamal tetap tidak aktif selama beberapa hari untuk menghindari deteksi. Kemudian, malware mengunduh komponen tambahan yang memperluas kemampuan serangan.

Dampak Serangan Argamal

Berbeda dengan malware pencuri data biasa, Argamal memungkinkan penyerang mengendalikan perangkat korban dari jarak jauh. Pelaku dapat mencuri kredensial akun, mengambil data pribadi, dan memantau aktivitas pengguna.

>>> Samsung Konfirmasi Exynos 2700 Siap Jadi Otak Galaxy S27

Para peneliti menyebut kampanye ini tidak hanya fokus pada pencurian data, tetapi juga membuka peluang kompromi sistem secara menyeluruh.