Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan pelaksanaan lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Provinsi Kepulauan Riau pada Selasa (17/6).

Sebelumnya, agenda serupa telah digelar di Sulawesi Selatan untuk memperkuat sinergi pendataan pelaku usaha.

>>> Menteri ESDM Bahlil Jamin Pasokan Listrik Nasional Aman, Tak Ada Pemadaman

Pengumpulan data secara door to door dijadwalkan berlangsung selama dua setengah bulan, terhitung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat serta memastikan komitmen pemerintah daerah.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, memberikan apresiasi atas dukungan penuh dari para kepala daerah di Kepulauan Riau.

Ia menekankan pentingnya kualitas data mengingat pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau yang menembus angka di atas 7 persen pada triwulan pertama tahun 2026.

"Syarat sensus ekonomi dikatakan sukses ada dua, yaitu cakupan dan juga kualitas data," ujar Amalia.

Ia juga menyebut sensus ekonomi hadir untuk mengasah potensi Kepulauan Riau sebagai gerbang utara Indonesia.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menilai sensus ini sangat krusial bagi pemerintah daerah.

>>> Bank Indonesia Catat Kredit Perbankan Tumbuh 11,51 Persen pada Mei 2026

"Bagi kita di Provinsi Kepri, yang wilayah lautnya 98 persen dan 2 persen wilayah darat, hasil sensus ini penting untuk menentukan kebijakan pengembangan ekonomi maritim," ujarnya.

Sebelum ke Tanjung Pinang, pencanangan SE2026 lebih dulu dilaksanakan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Rabu (10/6).

Wilayah ini memegang porsi ekonomi terbesar di Pulau Sulawesi.

Melalui data makro, potensi besar Sulawesi Selatan yang mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi keenam secara nasional diharapkan dapat diidentifikasi secara tepat sasaran.

"SE2026 berperan penting untuk mengidentifikasi berbagai aktivitas ekonomi di daerah sehingga menjadi dasar perumusan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran," kata Amalia.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyambut baik agenda nasional ini.

"Kami menitipkan beberapa poin dalam sensus, terutama pemetaan perekonomian masyarakat, jenis usaha, dan siapa yang terlibat dalam usaha itu," ujarnya.

>>> GOTO Setujui Buyback Saham Rp 3,5 Triliun, Perpanjang Masa Jabatan Komisaris

SE2026 dirancang untuk menangkap dinamika mutakhir perekonomian domestik dalam sepuluh tahun terakhir, termasuk aspek transformasi digital dan pemulihan pascapandemi.