Badan Pusat Statistik (BPS) memperluas pencanangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) ke Kepulauan Riau dan Sulawesi Selatan.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan pelaku usaha serta memperkuat sinergi dengan pemangku kepentingan.

>>> Pengembangan Lapangan Sejadi Kaltim Tambah Produksi Minyak 1.865 BOPD

Pencanangan di Kepulauan Riau digelar pada Rabu (17/6/2026) di Aula Wan Seri Beni, Kota Tanjung Pinang.

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti hadir bersama jajaran pemerintah daerah setempat.

Kepulauan Riau mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen pada triwulan I-2026. "Sensus ekonomi hadir untuk mengasah permata biru (Kepri) di gerbang utara Indonesia," ujar Amalia.

Amalia mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dengan menerima petugas, mengisi data dengan benar, dan menjaga kerahasiaan data.

Ia juga mengingatkan petugas untuk bekerja profesional dan memastikan tidak ada pelaku usaha yang terlewat.

"Syarat sensus ekonomi dikatakan sukses ada dua, yaitu cakupan dan kualitas data," kata Amalia.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyatakan dukungan penuh. Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan hasil sensus sangat penting untuk menentukan kebijakan pengembangan ekonomi maritim.

"Bagi kami di Provinsi Kepri, yang wilayah lautnya 98 persen dan 2 persen wilayah darat, sensus ekonomi ini hasilnya sangat penting bagi kami untuk menentukan kebijakan ke depan terkait pengembangan ekonomi maritim," ujar Ansar.

Ansar menginstruksikan seluruh aparatur daerah dari tingkat bupati hingga kepala desa untuk menyukseskan program strategis nasional tersebut.

SE2026 dirancang untuk merekam transformasi ekonomi digital hingga dampak pandemi dalam 10 tahun terakhir.

>>> Peserta JKN Nilai Layanan IGD RS Berjalan Cepat dan Tanpa Diskriminasi

Sebelumnya, BPS juga melaksanakan pencanangan SE2026 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Rabu (10/6/2026).