Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur tengah mengkaji penggunaan kapal cepat berbasis teknologi hydrofoil untuk meningkatkan konektivitas transportasi laut antarpulau di wilayah tersebut.

Kepala Dishub Jatim Nyono menyebut proposal teknologi ini sangat luar biasa karena mampu mempercepat waktu perjalanan masyarakat. Hal itu disampaikannya di Surabaya pada Minggu.

in1

>>> Wagub Sulsel: Penanganan stunting butuh konvergensi lintas sektor

Kapal cepat hydrofoil memiliki kecepatan sekitar 20 hingga 40 knot. Kecepatan ini mampu memangkas waktu tempuh dibandingkan kapal konvensional yang saat ini digunakan.

Menurut Nyono, teknologi tersebut berpotensi mendukung program Trans Laut Jawa Timur yang menghubungkan sejumlah wilayah kepulauan.

Kapasitas yang lebih kecil membuat tingkat keterisian atau load factor lebih tinggi sehingga lebih layak secara ekonomi.

>>> Menpora: Sport tourism dorong masyarakat sehat dan pertumbuhan ekonomi

Selain untuk layanan penumpang, teknologi hydrofoil juga ditawarkan untuk mendukung angkutan logistik dan penyeberangan antarpulau. Dishub Jatim akan terus mempelajari proposal tersebut.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas masyarakat kepulauan sekaligus mempercepat mobilitas barang dan orang.

>>> Hakim Danish Juara Moto3 Ceko 2026, Veda Pratama Finis Kelima

Pengembangan transportasi laut yang cepat dan efisien menjadi kebutuhan penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah kepulauan di Jawa Timur.