PSAT Terapkan Diversifikasi Bisnis untuk Jaga Pertumbuhan Berkelanjutan
PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) menetapkan strategi diversifikasi bisnis sebagai langkah utama untuk mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan.
Langkah ini diumumkan pada Rabu (17/6/2026) dan dilansir dari Investor Daily.
>>> Alex Marquez Siap Kembali Balapan di GP Ceko Setelah Cedera
Emiten jasa transportasi laut yang melayani sektor pertambangan ini akan memperluas jenis komoditas, wilayah pengiriman, serta jaringan pelanggan baru.
Direktur Keuangan PSAT, Wendi Arifin, menjelaskan bahwa diversifikasi bertujuan mengurangi ketergantungan pada segmen tertentu dan menangkap peluang di tengah pasar yang menantang.
Perseroan juga akan meningkatkan kualitas layanan melalui digitalisasi operasional, penerapan customer relationship management (CRM), efisiensi sumber daya, dan penguatan tata kelola perusahaan yang baik (GCG).
"Tahun 2026, perseroan akan memperkuat pertumbuhan melalui diversifikasi komoditas, perluasan wilayah pengiriman, dan pengembangan kerja sama dengan pelanggan baru," ujar Wendi.
Upaya ekspansi ini menyusul capaian positif pada tahun lalu ketika perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 1,07 triliun pada 2025.
Angka tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 9,9 persen dari perolehan tahun sebelumnya yang bernilai Rp 980 miliar, berkat terjaganya permintaan dari sektor pertambangan.
"Sepanjang tahun 2025, perseroan menghadapi dinamika industri yang cukup menantang, baik dari kondisi ekonomi global maupun domestik.
Namun demikian, perseroan tetap mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan sekitar 9,9% dibandingkan tahun sebelumnya," kata Wendi.
>>> Folago Global Nusantara Gandeng GoPay untuk Distribusi Voucher FolaPlay
Meskipun pendapatan meningkat, pertumbuhan tersebut belum bisa sepenuhnya menutup lonjakan beban operasional.
PSAT mengalami tekanan akibat kenaikan harga bahan bakar dan biaya penggunaan kapal sewa jangka pendek demi menjaga kontinuitas layanan, sehingga laba bersih tahun 2025 terkoreksi menjadi Rp 23 miliar dari Rp 242 miliar pada tahun sebelumnya.
Update Terbaru
Premi Asuransi Pengangkutan Barang Turun Jadi Rp 1,49 Triliun Akibat Konflik Selat Hormuz
Rabu / 17-06-2026, 20:32 WIB
Kemensos Salurkan Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Hingga Juni 2026
Rabu / 17-06-2026, 20:32 WIB
Omoway Luncurkan Skuter Listrik Omo X dengan Teknologi Self-Balancing
Rabu / 17-06-2026, 20:32 WIB
AAUI Catat Pendapatan Premi Asuransi Umum Tumbuh 1,92 Persen
Rabu / 17-06-2026, 20:30 WIB
AAUI Catat Pertumbuhan Premi Asuransi Umum 1,92% pada Kuartal I 2026
Rabu / 17-06-2026, 20:30 WIB
Shin Tae-yong Tolak Klub China dan Jepang demi Persija Jakarta
Rabu / 17-06-2026, 20:28 WIB
Harry Kane Minta Timnas Inggris Lepas Beban Juara di Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 20:24 WIB
Persebaya Surabaya Resmi Rekrut Ramadhan Sananta Perkuat Lini Depan
Rabu / 17-06-2026, 20:24 WIB
KOI Tunjuk Todotua Pasaribu sebagai Chef de Mission Asian Games 2026
Rabu / 17-06-2026, 20:24 WIB
Kemenperin Wajibkan Label SNI untuk Air Minum Dalam Kemasan Mulai Oktober 2026
Rabu / 17-06-2026, 20:24 WIB
BKN Buka Lowongan Magang 2026 untuk Mahasiswa dan Fresh Graduate
Rabu / 17-06-2026, 20:24 WIB
Asabri dan Rumah Sakit TNI Jalin Kerja Sama Perkuat Layanan Kesehatan Peserta
Rabu / 17-06-2026, 20:24 WIB
Garmin Luncurkan Forerunner 70 dan 170 untuk Pelari Pemula di Indonesia
Rabu / 17-06-2026, 20:20 WIB
Pintu Raih Penghargaan Kepatuhan Regulasi IRCA 2026 untuk Kedua Kalinya
Rabu / 17-06-2026, 20:19 WIB






