Intiland Masuk Bisnis Data Center, Lo Kheng Hong Tercatat Borong Saham

Intiland Masuk Bisnis Data Center, Lo Kheng Hong Tercatat Borong Saham

Intiland--

PT Intiland Development Tbk mengambil langkah baru dengan memperluas lini usahanya ke sektor pusat data. Keputusan strategis ini diumumkan pada Selasa, 10 Februari 2026, dan langsung menarik perhatian pelaku pasar.

Ekspansi tersebut tak lama kemudian diikuti oleh aksi beli saham dari investor kawakan Lo Kheng Hong. Pergerakan ini menjadi sorotan karena mencerminkan respons cepat terhadap arah bisnis baru yang ditempuh Intiland.

Diversifikasi Bisnis ke Sektor Digital



Masuknya Intiland ke bisnis data center merupakan bagian dari strategi diversifikasi portofolio. Perusahaan properti ini berupaya memperkuat sumber pendapatan berulang di luar pengembangan real estat konvensional.

Langkah tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital di tengah pertumbuhan ekonomi berbasis data. Pusat data dinilai memiliki potensi jangka panjang yang relatif stabil dibandingkan sektor properti yang bersifat siklikal.

Kemitraan dan Lokasi Proyek Perdana

Dalam pengembangan bisnis barunya, Intiland menggandeng ION Network sebagai mitra strategis. Kerja sama ini ditujukan untuk mempercepat realisasi proyek sekaligus memastikan standar teknologi yang dibutuhkan.


Fasilitas data center pertama yang dikembangkan direncanakan berlokasi di Surabaya. Kota ini dipilih karena dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan digital di kawasan timur Indonesia.

Respons Pasar dan Aksi Investor

Langkah Intiland tersebut mendapat perhatian positif dari pasar. Berdasarkan pantauan, Lo Kheng Hong diketahui mulai mengakumulasi saham Intiland Development setelah pengumuman ekspansi bisnis disampaikan.

Aksi beli saham ini kerap dimaknai sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek jangka panjang perusahaan. Diversifikasi ke sektor data center dinilai membuka peluang baru bagi Intiland di tengah perubahan lanskap ekonomi.

Masuknya Intiland ke bisnis pusat data sekaligus menandai upaya perusahaan untuk beradaptasi dengan kebutuhan industri digital yang terus berkembang, sembari mencari sumber pertumbuhan pendapatan yang lebih berkelanjutan.

Sumber:

l3

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya