"Langkah tersebut merupakan investasi operasional yang diperlukan untuk menjaga stabilitas layanan, mempertahankan hubungan dengan pelanggan, serta memastikan kesiapan perseroan dalam menangkap peluang pertumbuhan di masa mendatang," ujar Wendi.

Di sisi lain, total aset perusahaan mengalami pertumbuhan sebesar 12 persen menjadi Rp 1,69 triliun pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,5 triliun.

Kenaikan nilai aset ini didorong oleh penambahan aset tetap berupa kapal untuk memperkuat kapasitas pengangkutan armada.

"Peningkatan aset tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan dalam memperkuat daya saing dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," kata Wendi.

Manajemen juga memaparkan realisasi dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) yang dialokasikan untuk pembelian kapal melalui anak usaha, PT Pancaran Karya Shipping, sebesar Rp 175 miliar.

>>> Piala Dunia 2026: Empat Laga Fase Grup Digelar pada 17 Juni

Sisa dana digunakan untuk pembelian bahan bakar operasional senilai Rp 18,27 miliar dan pembiayaan penawaran umum sebesar Rp 6,84 miliar, yang seluruhnya telah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 12 Januari 2026.