Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat pendapatan premi industri asuransi umum mencapai Rp 31,11 triliun pada kuartal I-2026.

Angka ini mengalami kenaikan 1,92 persen secara tahunan (year on year) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

>>> AAUI Catat Pertumbuhan Premi Asuransi Umum 1,92% pada Kuartal I 2026

Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik, Riset & Analisis, Heri Supriyadi, menyatakan peningkatan tersebut setara dengan tambahan sekitar Rp 587 miliar.

Menurutnya, faktor makroekonomi seperti kenaikan ekspor, likuiditas M2, dan pertumbuhan kredit turut mendorong perkembangan industri.

Sektor Properti Mendominasi

Sektor properti masih menjadi kontributor terbesar dengan pangsa 26,7 persen atau senilai Rp 8,31 triliun.

Asuransi kendaraan bermotor berada di posisi kedua dengan andil 17,3 persen atau Rp 5,39 triliun.

>>> Shin Tae-yong Tolak Klub China dan Jepang demi Persija Jakarta

Asuransi kesehatan menyumbang Rp 4,63 triliun, sementara asuransi kredit mencapai Rp 4,10 triliun.

Lini usaha energy on shore mencatat lonjakan tertinggi sebesar 185,6 persen menjadi Rp 178 miliar.

Pertumbuhan signifikan juga terjadi pada sektor health insurance (23 persen), marine hull (15,4 persen), dan miscellaneous (13,3 persen).

Di sisi lain, penurunan terdalam dialami energy off shore yang turun 51,5 persen menjadi Rp 90 miliar.

>>> Persebaya Surabaya Resmi Rekrut Ramadhan Sananta Perkuat Lini Depan

Total beban klaim industri asuransi umum pada kuartal I-2026 mencapai Rp 12,92 triliun, meningkat 17,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.