Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah memperkuat energi baru dan terbarukan, termasuk wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 GW.

Sekretaris Eksekutif YLKI Rio Priambodo menilai kebijakan tersebut merupakan upaya strategis untuk menyediakan energi alternatif bagi konsumen.

in1

>>> FIFA Terapkan Aturan Kartu Merah bagi Pemain yang Tutup Mulut

"Masyarakat harus memiliki pilihan dan tidak sepenuhnya bergantung pada satu sumber pasokan listrik nasional," ujar Rio dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.

Menurut Rio, diversifikasi energi harus diarahkan untuk memperkuat posisi konsumen, menciptakan kemandirian energi, dan meningkatkan ketahanan sistem kelistrikan nasional.

Ia menekankan bahwa energi terbarukan bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga bagian dari perlindungan konsumen.

Pernyataan tersebut disampaikan terkait pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia sejak awal Juni 2026.

Rio menilai pemadaman listrik bergilir merupakan persoalan serius yang tidak boleh dianggap sebagai gangguan teknis biasa.

>>> Dishub Jatim Kaji Kapal Cepat Hydrofoil untuk Rute Kepulauan

"Listrik bukan sekadar komoditas, melainkan kebutuhan dasar masyarakat yang menopang kehidupan, pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi," ucapnya.

Ketika listrik padam, yang terganggu bukan hanya aliran energi, tetapi juga kualitas hidup dan kepastian hak konsumen.

YLKI memahami bahwa gangguan teknis dapat terjadi dalam sistem kelistrikan. Namun, pemadaman yang berulang menunjukkan adanya persoalan yang harus dievaluasi secara menyeluruh.

Evaluasi perlu dilakukan dari sisi keandalan pembangkit, jaringan distribusi, manajemen risiko, maupun tata kelola pelayanan.

"Energi adalah urat nadi kehidupan.

>>> Wagub Sulsel: Penanganan stunting butuh konvergensi lintas sektor

Negara yang kuat bukan hanya negara yang mampu menghasilkan listrik, tetapi negara yang mampu menjamin rakyatnya mendapatkan energi yang andal, adil, dan berkelanjutan," pungkas Rio.