Sebuah kejadian tak biasa terjadi di pesisir Atlantik Namibia.

Perusahaan teknologi angin asal Spanyol, Nabrawind, berhasil menyelesaikan pemasangan turbin angin Goldwind GW165/6000 berkapasitas 6 MW di ladang angin InnoVent Diaz menggunakan sistem Skylift, tanpa memerlukan derek besar yang biasanya mendominasi proyek semacam ini.

in1

>>> KPU NTB Dorong Partai Politik Perbarui Data di SIPOL

Meski terdengar seperti detail konstruksi, inovasi ini bisa berdampak jauh melampaui satu ladang angin.

Beberapa lokasi angin terbaik di dunia justru menjadi tempat tersulit untuk membangun, terutama ketika hembusan angin membuat derek tinggi tidak aman atau tidak praktis.

Turbin yang Menaikkan Dirinya Sendiri

Turbin dipasang dengan tinggi hub sekitar 328 kaki, namun langkah kuncinya terjadi lebih dekat ke tanah.

Nabrawind mengatakan rotor dapat dipasang pada ketinggian sekitar 98 hingga 131 kaki sebelum struktur atas diangkat bagian demi bagian.

Secara praktis, sistem ini bekerja seperti memberikan elevator pada menara.

Struktur penyangga tiga kolom mengangkat bagian atas turbin, termasuk nacelle dan rotor, cukup untuk memasang segmen menara berikutnya di bawahnya.

Mesin tidak naik secara ajaib.

Derek yang lebih kecil masih digunakan, tetapi sistem ini menghindari derek berkapasitas besar yang bisa menjadi penghalang di lokasi terpencil atau berangin.

Mengapa Angin Menjadi Masalah

Lokasi di dekat Lüderitz kaya akan angin, yang menjadikannya menarik untuk energi terbarukan.

Namun angin yang sama bisa mengubah konstruksi menjadi sakit kepala, terutama ketika lengan derek panjang terpapar hembusan mendadak.

Menurut Nabrawind, operasi Skylift dapat bekerja dalam angin tidak stabil sekitar 34 mph, dengan hembusan mendekati 45 mph.

Derek konvensional mungkin terbatas pada 13 hingga 18 mph untuk pekerjaan tertentu seperti pemasangan bilah.