Kementerian Kesehatan menyatakan keprihatinan atas aksi pemalangan di RSUP Jayapura, Papua, yang dilakukan sejumlah individu sejak Senin.

Rumah sakit merupakan fasilitas vital yang harus tetap bisa diakses masyarakat dalam kondisi apa pun.

in1

>>> EA Sports Rilis Kode Redeem FC Mobile 21 Juni 2026, Klaim Hadiah Gratis

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes dr. Azhar Jaya mengatakan, aksi tersebut dikhawatirkan menghambat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, terutama dalam kondisi gawat darurat.

“Kami sangat prihatin dengan adanya aksi pemalangan di RSUP Jayapura. Rumah sakit adalah tempat masyarakat menggantungkan harapan untuk mendapatkan layanan kesehatan,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Azhar menambahkan, pemalangan yang menutup akses rumah sakit berisiko membahayakan keselamatan pasien. Ia mengimbau semua pihak mengedepankan dialog dan tidak menghalangi hak masyarakat untuk berobat.

“Jangan sampai ada pasien yang terlambat ditangani hanya karena akses ke rumah sakit tertutup. Keselamatan pasien adalah prioritas utama,” katanya.

Aksi pemalangan tersebut berkaitan dengan aspirasi masyarakat adat setempat terkait kejelasan status lahan pembangunan RSUP Jayapura.

>>> UNHCR Apresiasi Komitmen Indonesia Lindungi Pengungsi

Kemenkes berharap persoalan ini diselesaikan melalui musyawarah tanpa mengorbankan hak masyarakat Papua memperoleh layanan kesehatan.

“Kami percaya, dengan dialog yang baik, persoalan ini dapat menemukan titik temu. Yang terpenting, layanan kesehatan bagi masyarakat Papua tidak boleh terhenti,” kata Azhar.

Meski aksi pemalangan berlangsung sejak Rabu (17/6) di pintu utama, manajemen RSUP Jayapura memastikan pelayanan tetap berjalan.

Akses pasien dan petugas dialihkan melalui pintu kedua dengan penyesuaian demi keamanan.

Manajemen RSUP Jayapura terus berkoordinasi dengan aparat keamanan, mulai dari Polresta Jayapura, Polsek Abepura, Korem, hingga Rektorat Universitas Cenderawasih.

>>> 5 Rekomendasi Solar Panel Terbaik untuk Rumah dan Portabel

Pihak rumah sakit juga telah menerbitkan edaran kesiapsiagaan dan menginformasikan perkembangan melalui media sosial resmi.