Sejumlah emiten ritel gencar menggelar promosi untuk menjaga trafik pengunjung di tengah tekanan daya beli masyarakat.

PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) menerapkan berbagai promosi merek tunggal seperti beli dua gratis satu, rabat tunai, serta penawaran BOGO.

in1

>>> Pertamina Gelar Mandalika Racing Series 2026 untuk Bina Pembalap Muda

Sementara itu, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menawarkan lebih sedikit promosi dibandingkan kuartal pertama 2026.

Merek Marks & Spencer menjalankan diskon 50% untuk waktu terbatas, sedangkan merek Inditex mempertahankan potongan harga 50% sampai 70% demi pembersihan inventaris beserta acara penjualan ganda.

Di sisi lain, AZKO terus mempromosikan produk merek pribadinya, khususnya Stora, melalui berbagai kampanye dan promosi daring atau gajian rutin.

Aksi ini dilakukan sebelum mereka meluncurkan Boom Deals tahunannya pada awal Juni 2026.

Daya Beli dan Dampaknya pada Sektor Ritel

Penurunan indeks keyakinan konsumen (IKK) pada Mei menunjukkan adanya perlambatan daya beli masyarakat.

Situasi tersebut memberikan tekanan terhadap pertumbuhan penjualan toko yang sama (SSSG) dan memicu fenomena downtrading.

Perusahaan ritel yang bergerak di bidang tertiary diperkirakan bakal lebih terdampak.

Sebaliknya, peritel kebutuhan pokok seperti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) cenderung lebih defensif serta resilien karena portofolio produk yang mereka miliki.

Meskipun ada kekhawatiran atas permintaan yang melemah pasca-Idul Fitri, tanda-tanda pemulihan berkelanjutan terlihat pada SSSG MIDI.

>>> Ketum PB Mathla'ul Anwar Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan dan Dakwah

Peritel kebutuhan pokok ini membukukan kenaikan SSSG April 2025 sebesar 1,1% secara tahunan, lalu meningkat menjadi 7,15% pada Mei 2026.

Kondisi berbeda dialami PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) yang melaporkan SSSG April 2026 yang lebih lemah sebesar 2,4% akibat pergeseran waktu perayaan Idul Fitri.