Pemerintah Pertahankan Harga BBM Subsidi untuk Jaga Daya Beli Masyarakat
Pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, yaitu Pertalite, Bio-Solar, dan LPG 3 kilogram.
Langkah ini dinilai tepat untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan ekonomi global.
>>> Sejarah Hari Ayah Nasional 12 November: Deklarasi di Solo
Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman, di Jakarta, Minggu. Ia menilai kebijakan itu menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat luas.
Menurut Abdul Rahman, sektor transportasi publik dan distribusi barang yang menjadi tulang punggung perekonomian masih didominasi penggunaan BBM bersubsidi.
Oleh karena itu, keputusan tidak menaikkan harga BBM subsidi dapat menahan tekanan inflasi.
Ia menjelaskan bahwa distribusi barang dan jasa di Indonesia mayoritas masih menggunakan BBM bersubsidi.
Dengan demikian, penyesuaian harga Pertamax yang merupakan BBM non-subsidi tidak akan berdampak signifikan terhadap biaya logistik maupun harga kebutuhan pokok.
>>> Stewart Ubah Susunan Start MotoGP Ceko 2026 Usai Bezzecchi Dilarang Balapan
Abdul Rahman menambahkan bahwa dampak kenaikan Pertamax terhadap inflasi relatif terbatas.
Ia menilai kenaikan harga Pertamax perlu disikapi secara bijak karena mengikuti nilai keekonomian energi, termasuk dampak kenaikan harga minyak mentah dunia akibat dinamika geopolitik.
Ia menyebutkan bahwa konsumen Pertamax umumnya berasal dari kelompok masyarakat menengah ke atas yang memiliki kemampuan lebih besar untuk menyesuaikan pola konsumsi.
Penyesuaian harga Pertamax hanya mengharuskan konsumennya menyesuaikan pola pemakaian.
Dirinya mendorong pemerintah untuk terus memastikan ketersediaan BBM bersubsidi di seluruh daerah agar tidak terjadi kelangkaan atau antrean panjang.
>>> Hari Ayah Nasional 12 November, Ini Sejarah dan Bedanya dengan Internasional
Ia juga meminta pemerintah memperkuat paket kebijakan dan insentif ekonomi untuk mendorong aktivitas usaha dan memperkuat daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah.
Update Terbaru
Wamenpar Imbau Pelaku Wisata Dieng Tingkatkan Kesiapan Jelang Liburan
Minggu / 21-06-2026, 14:26 WIB
See You at Work Tomorrow! Sinopsis, Pemain, dan Jadwal Tayang Prime Video pada 22 Juni 2026
Minggu / 21-06-2026, 14:25 WIB
Lawan Stroke dengan Karya, Anggia Novita Debut Jadi Produser OST Film Juminten Edan
Minggu / 21-06-2026, 14:24 WIB
Apa Itu Projection dalam Parfum? 3 Merek Lokal Ini Aromanya Tercium hingga 2 Meter
Minggu / 21-06-2026, 14:24 WIB
Predator Anak di Cakung Ditangkap, Nekat Jebol Atap Rumah Saat Kabur
Minggu / 21-06-2026, 14:24 WIB
Piala Dunia 2026: Comeback Turki Berujung Noda di Sejarah Keikutsertaan Terakhir
Minggu / 21-06-2026, 14:24 WIB
Eksekusi Lahan Hotel Sultan: Sengketa Puluhan Tahun Berujung Kembalinya Aset Negara
Minggu / 21-06-2026, 14:21 WIB
Memahami Arti Projection dalam Parfum dan Rekomendasi Produk Lokal
Minggu / 21-06-2026, 14:21 WIB
Anggia Novita Rilis Lagu Tema Film Juminten Edan
Minggu / 21-06-2026, 14:21 WIB
BRIN dan UBH Padang Riset Situs Arkeologi di Pesisir Sumbar
Minggu / 21-06-2026, 14:20 WIB
China Perketat Pengawasan Ekspor Indium, Picu Kekhawatiran Global
Minggu / 21-06-2026, 14:20 WIB
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura Juni 2026, Lengkap Niat dan Keutamaannya
Minggu / 21-06-2026, 14:20 WIB
Kapan Puasa Tasua dan Asyura 2026? Ini Tanggal, Bacaan Niat, dan Keutamaannya
Minggu / 21-06-2026, 14:16 WIB
TOP 50 Program TV dengan Rating Terbaik Hari ini 22 Juni 2026 ada Jejak Duka Diandra Mulai Merangkak Naik
Minggu / 21-06-2026, 14:12 WIB






