Penantian panjang Timnas Turki untuk kembali tampil di Piala Dunia berakhir dengan kekecewaan. Alih-alih melaju jauh, mereka justru harus pulang lebih cepat setelah dua kekalahan beruntun.

Pada pertandingan pertama, Turki takluk 0-2 dari Australia. Laga kedua melawan Paraguay di San Fransisco Bay Arena juga berakhir dengan kekalahan.

in1

>>> Eksekusi Lahan Hotel Sultan: Sengketa Puluhan Tahun Berujung Kembalinya Aset Negara

Gol cepat Matias Galarza dari luar kotak penalti pada menit kedua membuat Turki kembali terpuruk. Hasil ini memastikan langkah mereka terhenti meski masih menyisakan satu pertandingan.

Saat ini Turki berada di posisi buncit Grup D tanpa poin. Amerika Serikat memuncaki klasemen dengan enam poin, disusul Australia dan Paraguay yang masing-masing mengoleksi tiga poin.

Peluang Turki untuk lolos otomatis sudah tertutup. Aturan FIFA menyebut jika ada tim dengan poin sama, penghitungan dilakukan berdasarkan hasil pertemuan langsung.

Australia dan Paraguay sudah mengalahkan Turki, sehingga kemenangan atas Amerika Serikat pun tak akan mengubah posisi mereka di klasemen.

Noda yang Mengotori Prestasi Dua Dekade Lalu

Kepulangan cepat Turki dari Piala Dunia 2026 sangat mengecewakan, terutama mengingat status mereka sebagai tim bertabur bintang.

Berdasarkan data Transfermarkt, nilai skuat Turki mencapai Rp8,2 triliun, tertinggi di Grup D.

Amerika Serikat sebagai tuan rumah hanya memiliki nilai skuat Rp6,7 triliun, Paraguay Rp2,6 triliun, dan Australia Rp1,3 triliun.

>>> Memahami Arti Projection dalam Parfum dan Rekomendasi Produk Lokal

Secara modal, Turki unggul jauh.

Namun hasil minor ini menodai kenangan manis tentang Turki di Piala Dunia 2002.

Saat itu, setelah absen panjang sejak 1954, mereka tampil sebagai kuda hitam dan finis di peringkat ketiga.