Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong mencatat 285 jiwa atau 91 kepala keluarga terdampak gempa magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah tersebut.

Pelaksana tugas Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai mengatakan, warga terdampak tersebar di 19 desa di tujuh kecamatan.

in1

>>> BRI Finance Pertahankan Biaya Pencadangan, Tak Ikuti Tren Industri

Data tersebut merupakan hasil asesmen lapangan yang akan segera dikunci dan dilaporkan ke BPBD Sulawesi Tengah untuk penanganan lanjutan.

Kerusakan Infrastruktur

Gempa yang terjadi pada Selasa (16/6) menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur. Tercatat 87 rumah rusak, terdiri dari 83 rusak ringan, 3 rusak sedang, dan 1 rusak berat.

Selain itu, dua kantor pemerintahan, satu masjid, satu gereja, satu sekolah, dan dua pura juga mengalami dampak.

Lima fasilitas kesehatan turut rusak, dengan tiga bangunan rusak ringan dan dua rusak sedang.

Masa tanggap darurat berlangsung sejak 17 hingga 23 Juni 2026. Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan asesmen lapangan dan menyalurkan bantuan logistik pangan serta kebutuhan mendesak lainnya.

>>> Pemkab Bandung Siapkan Raperda untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Sebanyak 100 paket bantuan telah disalurkan, terdiri dari 25 paket dari BPBD dan 75 paket dari Dinas Sosial.

Bantuan diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Pemkab Parigi Moutong tidak membuka posko kesehatan khusus, melainkan memaksimalkan puskesmas di sekitar wilayah terdampak.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Sigi melaporkan hingga Sabtu (20/6) sebanyak 2.335 rumah rusak akibat gempa, terdiri dari 1.955 rusak ringan, 226 rusak sedang, dan 154 rusak berat.

>>> Pecco Menang Sprint Race MotoGP Ceko tapi Masih Belum Nyaman dengan Motor

Total korban terdampak di Sigi mencapai 8.586 jiwa (2.775 KK), dengan 17 orang luka berat, 108 luka ringan, dan tiga orang meninggal dunia.