Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kedatangan dua emiten baru pada Juli 2026. Keduanya adalah PT Niramas Utama (JELI) dan PT Prodia Diagnostic Line (PRDL).

JELI dijadwalkan melantai pada 7 Juli 2026, sedangkan PRDL menyusul pada 9 Juli 2026. Kedua perusahaan tersebut akan melakukan penawaran umum perdana saham atau IPO.

in1

>>> Jadwal Program Televisi Senin, 22 Juni 2026 di ANTV, GTV, Indosiar, MDTV, Metro TV, MNCTV, RCTI, SCTV, Trans 7, Trans TV dan TVONE ada Film Bioskop, Kuis, Sinetron dan India serta Link Nonton

Prospek PRDL di Sektor Kesehatan

PRDL bergerak di bidang manufaktur alat kesehatan diagnostik.

Perusahaan ini menawarkan maksimal 522,90 juta saham atau 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pasca IPO.

Harga penawaran awal PRDL berkisar Rp 100 hingga Rp 120 per saham. Dengan demikian, perusahaan berpotensi mengantongi dana segar maksimal Rp 62,74 miliar.

Financial Educator Manager Sucor Sekuritas Hendry Wijaya menilai prospek PRDL menarik karena didukung tren peningkatan belanja kesehatan pemerintah.

Anggaran kesehatan dalam APBN naik dari Rp 218,5 triliun pada 2025 menjadi Rp 244 triliun pada 2026.

Program Cek Kesehatan Gratis yang ditargetkan menjangkau 140 juta peserta diperkirakan menciptakan potensi pasar sekitar Rp 2,2 triliun bagi PRDL pada 2026.

Perusahaan juga berpengalaman memenangkan tender pengadaan reagen profil lipid senilai Rp 90 miliar pada 2023.

Kinerja keuangan PRDL menunjukkan pertumbuhan impresif.

Pendapatan naik 26,8% dari Rp 58,7 miliar pada 2024 menjadi Rp 74,4 miliar pada 2025, sementara laba bersih melonjak 69,9% dari Rp 10 miliar menjadi Rp 17 miliar.

PRDL mencatatkan margin laba bersih sekitar 22,8% dan return on equity (ROE) sebesar 20,5%.