Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengambil langkah cepat dengan membangun jembatan permanen di jalur strategis Sumatera-Aceh. Keputusan ini diambil tanpa menunggu tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi selesai sepenuhnya.

Infrastruktur darurat yang biasanya dibangun saat tanggap darurat dinilai hanya bersifat sementara. Jembatan darurat memiliki keterbatasan kapasitas dan tidak mampu menahan kendaraan besar dalam jangka panjang.

in1

>>> Dua Emiten Baru Siap Melantai di Bursa Efek Indonesia Juli 2026

Dody menjelaskan bahwa jembatan darurat yang dibangun sebelumnya tidak akan bertahan lama karena dilintasi kendaraan besar.

Meskipun sudah dibatasi maksimal 20 ton, tetap tidak memungkinkan untuk membatasi secara terus-menerus.

"Jalur lintas Medan-Aceh ini dilalui angkutan BBM, logistik, semen, dan lain-lain.

Saya memberanikan diri langsung membangun jembatan permanen, meskipun seharusnya masih dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi," ujar Dody dalam acara InfraTalk di Auditorium Kementerian PU, Jakarta, Jumat (19/6).

Pekerjaan fisik di lapangan sudah berjalan sehingga kebutuhan anggaran dapat terserap cepat. Namun, pembayaran kepada pelaksana tetap mengikuti mekanisme APBN.

Selain pembangunan infrastruktur permanen, Kementerian PU juga menjalankan program padat karya di wilayah terdampak bencana di Sumatera. Program ini fokus pada pembersihan lumpur, terutama di Aceh Tamiang.

>>> Jadwal Program Televisi Senin, 22 Juni 2026 di ANTV, GTV, Indosiar, MDTV, Metro TV, MNCTV, RCTI, SCTV, Trans 7, Trans TV dan TVONE ada Film Bioskop, Kuis, Sinetron dan India serta Link Nonton

Hingga Juni 2026, Kementerian PU telah menyelesaikan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah hunian sebanyak 1.544 unit atau sekitar 83 persen dari total target 1.866 unit di 18 lokasi.

Pembersihan fasilitas umum, kawasan permukiman, dan relokasi puskesmas mencapai progres 100 persen.

Di sektor sumber daya air, pemerintah menangani dua embung terdampak, memperbaiki 178 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), dan membangun 70 sumur bor dangkal.

Di bidang konektivitas, sebanyak 107 ruas jalan nasional dan 43 jembatan terdampak telah ditangani.

Pada sektor sanitasi dan persampahan, sebanyak 15 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan 12 Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) telah ditangani.

>>> Diduga Tertidur Pulas, Dua Remaja Garut Tewas dalam Kebakaran Rumah

Komitmen pemerintah diperkuat dengan dukungan anggaran pemulihan pascabencana sebesar Rp100,1 triliun untuk periode tiga tahun yang telah disetujui Presiden Prabowo Subianto.