Distribusi wholesales atau pengiriman mobil listrik BYD ke dealer mencatatkan angka terendah selama berkiprah di Indonesia.

Berdasarkan data terbaru, raksasa EV asal China itu hanya membukukan 895 unit pada periode tertentu.

in1

>>> Minuman Kafein Bisa Picu Migrain, Dokter Ungkap Pola Minum yang Aman

Jumlah ini turun drastis dibandingkan bulan sebelumnya yang mampu menembus lebih dari 4.000 unit.

Namun, perlu dicatat bahwa unit yang dikirim pada bulan-bulan sebelumnya masih berstatus impor utuh (CBU) dari China.

Penurunan Paling Tajam pada BYD Atto 1

Penurunan paling tajam dialami oleh BYD Atto 1, yang sebelumnya menjadi salah satu mobil listrik terlaris di pasar domestik.

Pada awal tahun 2026, distribusi model ini ke dealer mencapai 3.361 unit di Januari dan meningkat menjadi 3.700 unit pada Februari.

Akan tetapi, pasokan BYD Atto 1 menyusut drastis pada periode berikutnya. Rinciannya, 672 unit di Maret, 108 unit pada April, hingga hanya 26 unit pada Mei.

Kondisi serupa juga menimpa model MPV listrik BYD M6.

Pengiriman unit ke dealer terpantau menyusut dari 2.472 unit pada April menjadi hanya 197 unit pada Mei.

Transisi ke Produksi Lokal Jadi Penyebab

PT BYD Motor Indonesia menjelaskan bahwa tren penurunan ini terjadi karena adanya proses transisi dari jalur impor ke perakitan lokal.

Pihak manajemen memastikan bahwa proses distribusi kendaraan akan kembali berjalan normal pada Juni.

Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menerangkan bahwa perusahaan sedang menata ulang sistem pasokan unit.

Langkah ini berbarengan dengan dimulainya era produksi lokal untuk pasar Indonesia yang memicu penyesuaian angka distribusi.